Analisa Fundamental Saham BBHI | PT Allo Bank Indonesia Tbk



Harga Saham BBHI

910
PER
32.56
PBV
2.09

Market Cap.

15.2 T
ROA
3.35
ROE
6.43

Analisa Fundamental PT Allo Bank Indonesia Tbk

Analisis Skor

Net Profit

Perusahaan mencetak laba positif 5 tahun berturut-turut

Earning per Share

Perusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 5 tahun berturut-turut

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0.01 kali modal).

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Net Profit Margin

Profitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (28.38%)

Current ratio

Aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (6.43%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (2.09).

Analisa Teknikal PT Allo Bank Indonesia Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Buy

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk


Laporan Keuangan PT Allo Bank Indonesia Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Pendapatan
2024 1.801.365.458.111
2023 1.433.252.054.643
2022 896.117.229.000
2021 458.897.776.000
2020 167.860.168.222
2019 231.661.804.049
2018 225.111.496.208
2017 225.578.953.012
2016 226.283.251.922
2015 246.252.373.499
2014 91.499.693.895
2013 84.580.251.973
2012 83.555.751.233
2011 178.271.052.000
2010 162.088.854.000
2009 134.655.972.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun EBITDA
2024 663.585.170.840
2023 628.969.580.703
2022 385.195.152.000
2021 228.659.621.000
2020 49.194.273.497
2019 -43.216.435.585
2018 -117.981.053.244
2017 17.732.883.973
2016 13.339.432.603
2015 -57.368.509.373
2014 207.958.065
2013 -188.978.328
2012 -688.048.331
2011 0
2010 0
2009 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Net Profit
2024 467.105.739.014
2023 444.566.134.304
2022 270.029.411.000
2021 192.474.618.000
2020 37.011.391.337
2019 -36.549.663.189
2018 -123.143.307.730
2017 10.362.325.458
2016 7.087.033.127
2015 -45.978.206.362
2014 12.448.871.156
2013 11.726.599.403
2012 20.056.116.692
2011 0
2010 0
2009 0

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 26,00 %
2023 31,00 %
2022 30,00 %
2021 42,00 %
2020 22,00 %
2019 -16,00 %
2018 -55,00 %
2017 5,00 %
2016 3,00 %
2015 -19,00 %
2014 14,00 %
2013 14,00 %
2012 24,00 %
2011 0,00 %
2010 0,00 %
2009 0,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 2
2021 5
2020 0
2019 -1
2018 -5
2017 0
2016 0
2015 -2
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Aset
2024 13.984.013.771.000
2023 12.750.434.573.000
2022 11.058.956.402.885
2021 4.649.357.148.732
2020 2.586.663.488.000
2019 2.527.173.169.000
2018 2.264.172.563.518
2017 2.458.823.912.630
2016 2.058.463.040.846
2015 2.079.034.305.073
2014 2.020.526.675.205
2013 1.638.182.123.527
2012 1.730.622.560.785
2011 1.577.535.174.000
2010 1.526.242.631.000
2009 1.289.600.285.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 7.265.736.493.000
2023 6.885.075.878.000
2022 6.411.268.936.762
2021 1.303.270.902.833
2020 347.066.458.000
2019 299.765.878.000
2018 336.482.136.901
2017 440.333.456.571
2016 381.808.378.571
2015 375.968.431.266
2014 291.323.938.088
2013 208.209.045.931
2012 174.882.446.528
2011 154.826.330.000
2010 138.822.220.000
2009 114.045.525.000

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 142.502.741.000
2023 91.547.296.000
2022 103.348.565.076
2021 67.410.454.698
2020 17.672.323.000
2019 15.708.338.000
2018 16.419.025.756
2017 17.843.763.005
2016 16.885.892.943
2015 21.473.697.258
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 288.657.110.000
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 11.199.999.999
2017 86.305.685.000
2016 37.602.000.000
2015 120.675.626.000
2014 134.073.701.000
2013 108.680.511.000
2012 115.647.258.000
2011 111.827.282.000
2010 104.830.913.000
2009 59.320.824.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 2.847.269.591.360
2023 3.182.839.180.000
2022 1.896.710.000.000
2021 1.814.861.500.000
2020 934.116.390.134
2019 115.565.191.969
2018 91.337.427.315
2017 123.691.970.216
2016 109.475.993.411
2015 161.437.518.020
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Utang
2024 291.746.218.000
2023 656.288.201.000
2022 39.873
2021 1.121.648.036.826
2020 738.043.776.000
2019 217.170.914.818
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 108.586.080.949
2023 100.835.660.970
2022 191.641.492.928
2021 783.308.000
2020 2.959.977.000
2019 493.433.000
2018 4.355.199.568
2017 2.405.756.553
2016 269.602.870
2015 1.857.883.872
2014 1.091.187.600
2013 4.424.530.674
2012 1.191.223.714

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 763.140.974.451
2023 2.247.261.176.961
2022 -4.101.415.256.494
2021 -608.396.871.000
2020 -447.668.432.000
2019 185.268.098.000
2018 16.217.227.393
2017 -78.268.616.297
2016 56.164.471.650
2015 -130.557.878.065
2014 -264.164.666.732
2013 41.966.801.146
2012 -102.382.097.355

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 871.727.055.400
2023 2.348.096.837.931
2022 -3.909.773.763.566
2021 -607.613.563.000
2020 -444.708.456.000
2019 185.761.531.000
2018 20.572.426.961
2017 -75.862.859.744
2016 56.434.074.520
2015 -128.699.994.193
2014 -263.073.479.132
2013 46.391.331.820
2012 -101.190.873.641

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Dividen
2012 0
2013 0
2014 0
2015 0
2016 0
2017 0
2018 0
2019 0
2020 0
2021 0
2022 0
2023 0
2024 0

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Return on Asset
2012 1.16%
2013 0.72%
2014 0.62%
2015 -2.22%
2016 0.35%
2017 0.42%
2018 -5.45%
2019 -1.45%
2020 1.43%
2021 4.14%
2022 2.46%
2023 3.5%
2024 3.35%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity PT Allo Bank Indonesia Tbk
Tahun Return on Equity
2012 11.47%
2013 5.63%
2014 4.27%
2015 -12.23%
2016 1.86%
2017 2.35%
2018 -36.6%
2019 -12.19%
2020 10.66%
2021 14.77%
2022 4.21%
2023 6.46%
2024 6.43%

Pemegang Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Ganda Raharja Rusli 85,784 0.00 %
Ali Gunawan 10,167,300 0.00 %
Dra.Aviliani,MSI 0 0.00 %
Rosmaya 0 0.00 %
IR.Indra Utoyo,MSC 0 0.00 %
Sajal Bhatnagar 0 0.00 %
PT Mega Corpora 13,228,508,531 60.88 %
PT Bukalapak.com Tbk 2,497,816,903 11.49 %
PT Indolife Investama Perkasa 1,303,815,386 6.00 %
Abadi Investment Pte Ltd 1,521,117,930 7.00 %
Ari Yanuanto Asah 0 0.00 %
Arief Tendeas 0 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 46,133,800 0.21 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 3,122,610,808 14.37 %

Anak Perusahaan PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Lokasi Prosentase

Direktur PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Ari Yanuanto Asah Direktur
Ganda Saputra Rusli Direktur
Ir. Indra Utoyo, MSi. Direktur Utama
Sajal Bhatnagar Direktur

Komisaris PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Ali Gunawan Komisaris
Dra. Aviliani, MSc. Komisaris Utama
Rosmaya Komisaris

Komite Audit PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Dra. Aviliani Msi Ketua
Siswandi Pujo Sasongko Anggota
Lista Irna Anggota

Profil PT Allo Bank Indonesia Tbk

Nama Emiten
PT Allo Bank Indonesia Tbk
Kode Saham
BBHI
ISIN
ID1000135304
Alamat
Menara Bank Mega, Lantai 5-6, Jalan Kapten P. Tendean No.12-14A, Jakarta Selatan 12790
Email
corsec@allobank.com
Situs Web
www.allobank.com
Papan Pencatatan
Utama
Bidang Usaha Utama
Perbankan
Sektor
Keuangan
Sub Sektor
Bank
Tentang PT Allo Bank Indonesia Tbk
PT Allo Bank Indonesia Tbk menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan di Indonesia. Perusahaan menawarkan tabungan, Giro, tabungan deposito, dan giro; deposito berjangka; dan pinjaman modal kerja, investasi, kendaraan, multi fungsi, konsumer, dan cicilan simulasi, serta layanan bank garansi dan brankas. Perusahaan ini mengoperasikan 8 kantor cabang, 6 kantor cabang pembantu, dan 2 kantor kas. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Bank Harda Internasional Tbk dan berubah nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk pada Juni 2021. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992 dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, Indonesia. PT Allo Bank Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan PT Mega Corpora.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram