Analisa Fundamental Saham META | Nusantara Infrastructure Tbk



Harga Saham META

238
PER
12.76
PBV
1.05

Market Cap.

4.1 T
ROA
7.34
ROE
8.23

Analisa Fundamental Nusantara Infrastructure Tbk

Analisis Skor

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Current ratio

Aset lancar lebih besar dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (110.26%)

Rasio hutang

Debt Equity Ratio (DER)/Rasio hutang lebih dari 1 (2.49 kali modal).

Net Profit

Perusahaan belum mencetak laba positif selama 3 tahun berturut-turut

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (8.23%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (1.05).

Earning per Share

Perusahaan belum mencetak Earning per Share (EPS) positif selama 3 tahun berturut-turut

Analisa Teknikal Nusantara Infrastructure Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Buy

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Nusantara Infrastructure Tbk


Kompetitor Nusantara Infrastructure Tbk

Laporan Keuangan Nusantara Infrastructure Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Pendapatan
2024 293.665.392.000
2023 1.673.529.993.352
2022 1.402.370.096.384
2021 844.789.484.595
2020 1.570.119.305.961
2019 1.573.689.512.139
2018 781.768.203.492
2017 792.013.059.935
2016 986.831.041.277
2015 618.207.961.796
2014 518.377.770.555
2013 425.860.507.655
2012 270.397.259.548
2011 232.000.095.750
2010 187.617.782.150
2009 190.498.578.123
2008 189.622.110.859
2007 158.929.453.000
2006 112.500.595.000
2005 42.021.910.000
2004 3.912.307.000
2003 1.109.000.000
2002 6.135.000.000
2001 12.589.000.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun EBITDA
2024 37.016.115.000
2023 352.137.375.851
2022 470.012.947.720
2021 221.319.539.439
2020 214.699.230.374
2019 380.177.355.503
2018 254.225.862.090
2017 340.137.531.910
2016 393.344.661.659
2015 413.899.339.095
2014 296.219.875.715
2013 200.723.649.653
2012 140.597.797.572
2011 108.106.405.731
2010 69.729.394.468
2009 67.656.017.940
2008 67.810.697.570
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Net Profit
2024 323.147.574.000
2023 -233.744.670.872
2022 122.464.831.778
2021 5.989.245.890
2020 112.621.885.604
2019 205.366.733.531
2018 179.651.455.872
2017 38.700.320.543
2016 148.268.532.810
2015 131.101.718.554
2014 92.123.374.056
2013 60.102.564.949
2012 43.372.559.222
2011 -27.087.549.635
2010 -34.479.887.757
2009 -41.791.300.012
2008 6.385.852.376
2007 20.439.045.000
2006 903.468.000
2005 0
2004 0
2003 4.184.000.000
2002 0
2001 0

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 110,00 %
2023 -14,00 %
2022 9,00 %
2021 1,00 %
2020 7,00 %
2019 13,00 %
2018 23,00 %
2017 5,00 %
2016 15,00 %
2015 21,00 %
2014 18,00 %
2013 14,00 %
2012 16,00 %
2011 -12,00 %
2010 -18,00 %
2009 -22,00 %
2008 3,00 %
2007 13,00 %
2006 1,00 %
2005 0,00 %
2004 0,00 %
2003 377,00 %
2002 0,00 %
2001 0,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 -7
2016 0
2015 2
2014 0
2013 -2
2012 1
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Aset
2024 4.609.564.002.000
2023 4.319.242.756.751
2022 11.153.501.940.291
2021 6.587.329.005.837
2020 5.846.683.392.749
2019 5.077.399.779.309
2018 4.305.691.117.097
2017 5.320.296.634.598
2016 5.521.685.288.988
2015 4.840.194.316.894
2014 4.074.896.999.371
2013 2.579.581.758.462
2012 2.019.527.729.661
2011 1.835.149.780.729
2010 1.909.037.640.449
2009 1.232.533.080.273
2008 1.355.618.189.722
2007 650.074.797.000
2006 483.016.458.000
2005 85.195.684.000
2004 83.713.928.000
2003 67.771.000.000
2002 11.858.000.000
2001 20.481.000.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 3.925.927.369.000
2023 3.595.540.603.339
2022 2.670.922.084.007
2021 2.597.416.921.945
2020 2.597.280.741.399
2019 2.602.722.208.794
2018 2.452.148.371.086
2017 1.877.623.786.928
2016 2.025.282.499.088
2015 1.849.657.127.976
2014 1.727.067.671.267
2013 1.525.129.033.038
2012 1.005.502.903.114
2011 967.081.128.574
2010 980.863.530.305
2009 317.706.750.618
2008 359.498.050.630
2007 353.112.198.000
2006 332.673.154.000
2005 9.012.449.000
2004 11.316.998.000
2003 15.792.000.000
2002 11.608.000.000
2001 19.082.000.000

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 145.501.274.000
2023 154.302.136.019
2022 182.501.793.976
2021 145.765.674.718
2020 174.525.845.463
2019 114.411.450.581
2018 175.282.518.652
2017 205.282.978.966
2016 183.637.387.166
2015 151.318.842.316
2014 88.865.129.051
2013 185.220.266.000
2012 49.550.215.197
2011 17.685.142.000
2010 10.047.524.794
2009 38.723.367.000
2008 126.150.213.000
2007 14.372.314.000
2006 19.540.724.000
2005 21.313.620.000
2004 15.960.550.000
2003 3.850.000.000
2002 3.336.000.000
2001 773.000.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 5.250.747.000
2023 0
2022 29.916.867.592
2021 34.015.068.632
2020 43.850.751.128
2019 59.833.735.184
2018 56.555.174.352
2017 58.604.274.782
2016 150.022.603.650
2015 155.433.351.324
2014 158.831.588.697
2013 58.750.441.994
2012 15.005.500.000
2011 3.134.460.000
2010 310.000.000.000
2009 22.000.000.000
2008 0
2007 0
2006 290.000.000
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 9.670.000.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 790.743.055.116
2017 406.116.929.798
2016 358.743.630.299
2015 345.317.170.299
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Utang
2024 470.879.159.070
2023 512.664.812.811
2022 6.650.348.970.131
2021 2.863.176.909.700
2020 2.010.339.828.958
2019 1.359.916.316.440
2018 1.056.773.963.981
2017 2.425.239.544.692
2016 2.470.188.001.601
2015 1.735.645.467.090
2014 1.398.952.657.249
2013 742.996.377.225
2012 757.049.574.732
2011 741.717.746.324
2010 851.721.501.133
2009 853.760.269.142
2008 901.840.665.210
2007 216.951.184.000
2006 51.276.527.000
2005 70.903.625.000
2004 65.158.359.000
2003 50.875.000.000
2002 0
2001 0

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 -35.421.416.388
2019 -35.421.416.388
2018 -81.675.198.076
2017 -81.675.198.076
2016 -81.675.198.076
2015 -81.675.198.076
2014 -29.400.000.000
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 42.431.720.000
2023 1.002.015.821.332
2022 455.395.618.403
2021 332.667.376.904
2020 1.214.796.617.083
2019 752.191.468.893
2018 244.350.357.908
2017 6.687.466.783
2016 271.229.315.082
2015 114.315.434.655
2014 98.427.674.666
2013 108.327.640.669
2012 69.791.677.669
2011 103.095.855.644
2010 31.444.453.393
2009 101.350.849.327
2008 467.584.909.060
2007 200.158.102.000
2006 31.132.505.000
2005 3.665.207.000
2004 4.367.619.000
2003 4.218.000.000
2002 1.020.000.000
2001 109.000.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 17.273.188.000
2023 -868.818.222.546
2022 -332.930.786.625
2021 -192.703.689.097
2020 -949.927.050.048
2019 -345.689.567.453
2018 -64.563.507.294
2017 184.549.282.987
2016 404.518.227
2015 35.118.783.771
2014 -59.297.388.175
2013 22.985.331.626
2012 4.985.773.724
2011 -103.095.855.644
2010 -31.444.453.393
2009 -101.350.849.327
2008 -467.584.909.060
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 59.704.908.000
2023 158.911.756.649
2022 122.464.831.778
2021 139.963.687.807
2020 264.869.567.035
2019 406.501.901.440
2018 179.786.850.614
2017 191.236.749.770
2016 271.633.833.309
2015 149.434.218.426
2014 39.130.286.491
2013 131.312.972.295
2012 74.777.451.393
2011 1.997.828.000
2010 48.408.034.000
2009 17.024.082.000
2008 0
2007 28.970.347.000
2006 41.217.204.000
2005 614.967.000
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Dividen
2008 0
2009 0
2010 0
2011 0
2012 0
2013 0
2014 0
2015 0
2016 0
2017 0
2018 12
2019 0
2020 2
2021 0
2022 0
2023 0
2024 0

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Return on Asset
2008 0.47%
2009 -3.39%
2010 -2.18%
2011 -1.49%
2012 5.23%
2013 4.36%
2014 3.26%
2015 3.79%
2016 3.81%
2017 1.05%
2018 6.28%
2019 7.53%
2020 4.61%
2021 0.19%
2022 1.73%
2023 -5.69%
2024 7.34%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Nusantara Infrastructure Tbk
Tahun Return on Equity
2008 1.78%
2009 -13.15%
2010 -3.52%
2011 -2.8%
2012 4.31%
2013 3.94%
2014 5.33%
2015 7.09%
2016 7.32%
2017 2.06%
2018 7.33%
2019 7.89%
2020 4.34%
2021 0.23%
2022 4.59%
2023 -6.5%
2024 8.23%

Pemegang Saham Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Metro Pacific Tollways Indonesia Services, PT 17,164,206,874 96.91 %
M. Ramdani Basri 118,322 0.00 %
Omar Danni Hasan 0 0.00 %
Ridwan Abdul Chalif Irawan 0 0.00 %
Benny Setiawan Santoso 0 0.00 %
Amadeo Navalta Bejec 0 0.00 %
Denn Charly Gonzales Espanola 0 0.00 %
Luis Soriano Renon 0 0.00 %
Francis Emanuel Dalupan Rojas 0 0.00 %
Johny J. Lumintang 0 0.00 %
Farid Harianto 0 0.00 %
Manuel Velez Pangilinan 0 0.00 %
Jose Ma. Kamantigue Lim 0 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 385,455,000 2.18 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 160,927,998 0.91 %

Anak Perusahaan Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Energi Infranusantara
Pembangunan, perdagangan, jasa,, dan sub-holding untuk energi
Jakarta 99.99 %
PT Marga Metro Nusantara
Pembangunan, perdagangan dan jasa
Jakarta 70.00 %
PT Margautama Nusantara
Pembangunan, perdagangan, jasa, dan sub-holding untuk jalan tol
Jakarta 76.51 %
PT Meta Media Infranusantara
Perdagangan, perlengkapan dan telkomunikasi lain
jakarta 100.00 %
PT Metro Tekno Media Infranusantara
Perdagangan, pembangunan, perindustrian, pertanian, jasa dan konsultasi
Jakarta 100.00 %
PT Portco Infranusantara
Manajemen pelabuhan
Jakarta 99.99 %
PT Potum Mundi Infranusantara
Jasa pengelolaan air bersih dan limbah
Jakarta 99.99 %

Direktur Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Jabatan
Amadeo Navalta Bejec Direktur
Luis Soriano Renon Direktur
Francis Emmanuel Dalupan Rojas Direktur
Benny Setiawan Santoso Direktur
M. Ramdani Basri Direktur Utama
Omar Danni Hasan Direktur
Ridwan Abdul Chalif Irawan Direktur
Denn Charly Gonzales Espanola Direktur

Komisaris Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Jabatan
Manuel Velez Pangilinan Komisaris Utama
Jose Ma Kamantigue Lim Komisaris
Johny Josephus Lumintang Komisaris
Farid Harianto Komisaris

Komite Audit Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Jabatan
Letjend. TNI (Purn) Johny L. Lumintang Ketua
Tavip Santoso Anggota
Tufrida Murniati Hasyim Anggota

Profil Nusantara Infrastructure Tbk

Nama Emiten
Nusantara Infrastructure Tbk
Kode Saham
META
ISIN
ID1000116304
Alamat
Equity Tower Lantai 38, SCBD Lot 9 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53 Jakarta 12190. Indonesia Tel : +6221 – 515 0100 Fax : +6221 – 515 1221
Email
corsec@nusantarainfrastructure.com
Situs Web
www.nusantarainfrastructure.com
Papan Pencatatan
Pemantauan Khusus
Bidang Usaha Utama
Bergerak dalam bidang usaha Infrastruktur
Sektor
Infrastruktur
Sub Sektor
Infrastruktur Transportasi
Tentang Nusantara Infrastructure Tbk
PT Nusantara Infrastructure Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, mengoperasikan dan mengelola jalan tol di Indonesia. Perusahaan beroperasi melalui enam segmen: Jasa Pengelolaan Jalan Tol, Investasi, Pelabuhan, Air, Energi, dan Menara Telekomunikasi. Ini juga terlibat dalam kegiatan pengolahan, pengelolaan, dan distribusi air bersih; bisnis energi terbarukan; penyediaan jasa pengelolaan pelabuhan, termasuk jasa pergudangan, bongkar muat, dan sewa tangki penyimpanan; pembangunan dan pengoperasian terminal kargo kering dan cair; dan bisnis telekomunikasi dan perdagangan. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Metamedia Technologies Tbk dan berubah nama menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk pada Juni 2006. PT Nusantara Infrastructure Tbk didirikan pada tahun 1995 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Nusantara Infrastructure Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Metro Pacific Tollways Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram