Analisa Fundamental Saham CENT | PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.



Harga Saham cent

76
PER
-0.79
PBV
0.32

Market Cap.

1.4 T
ROA
-6.41
ROE
-40.04

Analisa Fundamental PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Analisis Skor

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (-18.86 kali modal).

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Price to Book Value

Undervalued. Price to Book Value (PBV) lebih rendah dari valuasi perusahaan (0.32).

Net Profit

Perusahaan belum mencetak laba positif selama 3 tahun berturut-turut

Current ratio

Aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas kurang baik. Net Profit Margin (NPM) kurang dari 10% (-103.36%)

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (-40.04%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Earning per Share

Perusahaan belum mencetak Earning per Share (EPS) positif selama 3 tahun berturut-turut

Analisa Teknikal PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Sell

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.


Laporan Keuangan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Pendapatan
2024 2.464.549.000.000
2023 2.522.944.000.000
2022 2.320.072.000.000
2021 1.193.097.000.000
2020 1.096.044.000.000
2019 831.777.000.000
2018 801.161.000.000
2017 707.974.000.000
2016 140.668.401.759
2015 104.989.916.942
2014 75.330.678.966
2013 88.366.917.391
2012 55.117.992.886
2011 60.866.132.518
2010 289.152.563.332
2009 66.174.492.019
2008 79.665.803.263
2007 71.193.186.000
2006 71.088.930.000
2005 61.099.045.000
2004 58.905.677.000
2003 48.089.858.000
2002 43.110.662.000
2001 42.825.285.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun EBITDA
2024 -74.316.000.000
2023 1.514.282.000.000
2022 170.211.000.000
2021 1.235.832.000.000
2020 436.957.000.000
2019 441.241.000.000
2018 351.305.000.000
2017 336.302.000.000
2016 63.871.000.000
2015 -24.908.264.908
2014 -19.350.737.846
2013 -10.766.773.361
2012 -2.779.399.141
2011 5.064.228.552
2010 -1.826.675.350
2009 -1.430.254.303
2008 -4.087.263.291
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Net Profit
2024 -1.770.819.000.000
2023 -844.398.000.000
2022 -2.486.550.000.000
2021 -314.231.000.000
2020 -455.600.000.000
2019 24.387.000.000
2018 35.637.000.000
2017 -119.047.000.000
2016 -29.810.785.133
2015 -53.392.239.973
2014 -43.660.455.227
2013 -29.237.274.227
2012 -5.973.111.213
2011 1.522.311.642
2010 4.156.451.705
2009 11.629.385.441
2008 -16.299.261.741
2007 15.795.827.000
2006 7.059.465.000
2005 3.564.365.000
2004 4.136.687.000
2003 5.215.890.000
2002 4.086.424.000
2001 8.597.852.000

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 -72,00 %
2023 -33,00 %
2022 -107,00 %
2021 -26,00 %
2020 -42,00 %
2019 3,00 %
2018 4,00 %
2017 -17,00 %
2016 -21,00 %
2015 -51,00 %
2014 -58,00 %
2013 -33,00 %
2012 -11,00 %
2011 3,00 %
2010 1,00 %
2009 18,00 %
2008 -20,00 %
2007 22,00 %
2006 10,00 %
2005 6,00 %
2004 7,00 %
2003 11,00 %
2002 9,00 %
2001 20,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 -36
2021 0
2020 -13
2019 0
2018 0
2017 -1
2016 0
2015 -1
2014 -1
2013 -3
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Aset
2024 27.908.563.000.000
2023 20.057.205.000.000
2022 20.101.049.000.000
2021 7.696.926.000.000
2020 7.629.153.000.000
2019 5.729.085.000.000
2018 5.207.342.000.000
2017 4.494.835.000.000
2016 1.314.929.550.049
2015 1.293.012.666.277
2014 927.142.011.991
2013 832.480.768.872
2012 107.351.965.930
2011 105.416.183.403
2010 327.559.624.538
2009 102.554.584.786
2008 94.248.794.875
2007 98.707.930.000
2006 89.417.459.000
2005 84.768.272.000
2004 82.889.704.000
2003 78.604.476.000
2002 73.987.685.000
2001 67.671.619.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Modal (Equity)
2024 4.423.017.000.000
2023 -1.465.959.000.000
2022 -592.427.000.000
2021 2.221.176.000.000
2020 2.471.739.000.000
2019 3.014.892.000.000
2018 3.038.424.000.000
2017 2.968.115.000.000
2016 1.037.455.308.227
2015 1.077.595.668.155
2014 688.538.013.298
2013 731.861.000.824
2012 80.374.223.640
2011 86.653.775.796
2010 85.533.758.424
2009 83.317.830.253
2008 70.695.814.159
2007 94.000.821.000
2006 84.007.746.000
2005 78.284.672.000
2004 75.512.746.000
2003 69.467.418.000
2002 64.653.438.000
2001 60.550.437.000

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Piutang (Receivables)
2024 818.660.000.000
2023 804.527.000.000
2022 718.111.000.000
2021 528.855.000.000
2020 434.665.000.000
2019 369.598.000.000
2018 317.715.000.000
2017 227.917.000.000
2016 32.513.000.000
2015 20.660.687.390
2014 18.269.038.399
2013 16.775.537.644
2012 7.931.022.000
2011 24.200.501.226
2010 162.012.174.894
2009 11.152.031.751
2008 8.792.073.000
2007 4.691.982.000
2006 4.786.712.000
2005 3.528.702.000
2004 4.238.826.000
2003 3.606.734.000
2002 2.216.791.000
2001 4.326.035.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 0
2023 0
2022 -350.586.000.000
2021 -369.441.000.000
2020 -233.936.000.000
2019 122.845.000.000
2018 100.000.000.000
2017 63.000.000.000
2016 142.459.768.476
2015 144.496.581.915
2014 3.576.534.308
2013 20.779.846.133
2012 25.235.342.303
2011 12.825.409.558
2010 8.854.731.845
2009 23.713.909.003
2008 18.476.045.924
2007 44.386.584.000
2006 50.495.881.000
2005 42.165.757.000
2004 38.351.313.000
2003 33.110.217.000
2002 32.386.626.000
2001 20.252.592.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 4.180.000.000
2017 4.180.000.000
2016 150.000.000
2015 150.000.000
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Utang
2024 21.292.509.000.000
2023 19.417.967.000.000
2022 18.837.582.000.000
2021 9.554.196.000.000
2020 4.480.798.000.000
2019 2.130.584.000.000
2018 1.669.999.000.000
2017 717.180.000.000
2016 120.943.289.767
2015 137.849.748.119
2014 56.732.235.106
2013 -10.976.658.675
2012 1.750.770.208
2011 566.724.402
2010 398.615.401
2009 601.401.811
2008 548.943.264
2007 0
2006 188.963.000
2005 265.800.000
2004 328.949.000
2003 351.914.000
2002 0
2001 0

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Pembayaran Dividen
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 -570.793.500
2010 -1.712.380.500
2009 0
2008 0
2007 0
2006 -1.725.338.000
2005 -414.081.000
2004 -547.363.000
2003 -400.893.000
2002 0
2001 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 666.329.000.000
2023 1.183.159.000.000
2022 1.563.900.000.000
2021 510.896.000.000
2020 1.796.450.000.000
2019 374.450.000.000
2018 780.758.000.000
2017 264.408.000.000
2016 639.326.127
2015 31.851.581.339
2014 175.883.753.664
2013 245.329.659.082
2012 10.057.414.757
2011 3.139.690.802
2010 2.251.837.888
2009 2.196.753.396
2008 1.553.861.343
2007 4.171.850.000
2006 3.207.151.000
2005 9.222.210.000
2004 8.621.549.000
2003 9.511.657.000
2002 6.222.474.000
2001 11.844.121.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 1.241.589.000.000
2023 -603.392.000.000
2022 -4.050.450.000.000
2021 417.146.000.000
2020 -1.080.862.000.000
2019 124.260.000.000
2018 -399.918.000.000
2017 -176.397.000.000
2016 -308.207.727
2015 -43.003.125.229
2014 -192.903.898.527
2013 -281.848.650.569
2012 -5.683.695.659
2011 -2.344.959.168
2010 897.036.278
2009 -589.696.187
2008 -1.724.886.405
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Operating Cashflow
2024 1.907.918.000.000
2023 579.767.000.000
2022 -2.486.550.000.000
2021 928.042.000.000
2020 715.588.000.000
2019 498.710.000.000
2018 380.840.000.000
2017 88.011.000.000
2016 331.118.400
2015 -11.151.543.890
2014 -17.020.144.863
2013 -36.518.991.487
2012 4.373.719.098
2011 794.731.634
2010 3.148.874.166
2009 1.607.057.209
2008 -171.025.062
2007 16.353.834.000
2006 14.687.251.000
2005 13.873.279.000
2004 9.969.113.000
2003 11.117.513.000
2002 9.826.269.000
2001 11.706.787.000

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Dividen
2008 0
2009 0
2010 0
2011 0
2012 0
2013 0
2014 0
2015 0
2016 0
2017 0
2018 0
2019 0
2020 0
2021 0
2022 0
2023 0
2024 0

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Return on Asset
2008 -21.78%
2009 13.76%
2010 1.34%
2011 1.69%
2012 -6.3%
2013 -4.22%
2014 -5.53%
2015 -4.62%
2016 -2.53%
2017 -3.32%
2018 0.83%
2019 0.51%
2020 -6.78%
2021 -4.63%
2022 -12.62%
2023 -4.3%
2024 -6.41%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tahun Return on Equity
2008 -23.06%
2009 13.96%
2010 4.86%
2011 1.76%
2012 -7.43%
2013 -3.99%
2014 -6.34%
2015 -4.95%
2016 -2.87%
2017 -4.01%
2018 1.17%
2019 0.81%
2020 -18.43%
2021 -14.15%
2022 419.72%
2023 57.6%
2024 -40.04%

Pemegang Saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Jumlah Prosentase
EP ID Holdings Pte. Ltd. 28,741,393,732 92.17 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 2,442,071,168 7.83 %

Anak Perusahaan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Lokasi Prosentase
PT Centratama Menara Indonesia
Sarana jaringan telekomunikasi
Indonesia 99.99 %
PT EPID Menara Assetco
Sarana jaringan telekomunikasi
Indonesia 100.00 %
PT Fastel Sarana Indonesia
Penyelenggara jaringan telekomunikasi
Indonesia 99.99 %
PT Mac Sarana Djaya
Jasa kontruksi dan telekomunikasi
Indonesia 100.00 %
PT Network Quality Indonesia
Jasa kontruksi dan telekomunikasi
Indonesia 100.00 %

Direktur PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Jabatan
Yan Raymond Jafri Direktur Utama
James John Burns Direktur
Jacopo Rigamonti Direktur
Caba Pinter Direktur

Komisaris PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Jabatan
Ir. Ronald Waas Komisaris Utama
Rizal Satar Komisaris
Daragh O'Neill Komisaris
Suresh Narain Singh Sidhu Komisaris
Arief Mustain Komisaris

Komite Audit PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Jabatan
Rizal Satar Ketua
Arief Budiman Anggota
Rusdy Daryono Anggota

Profil PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Nama Emiten
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Kode Saham
CENT
ISIN
ID1000076805
Alamat
TCC Batavia Tower One 16th & 19 Floor Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta 10220
Email
cti@centratamagroup.com
Situs Web
www.centratamagroup.com
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Penyedia layanan infrastruktur telekomunikasi, yang meliputi penyediaan, pengelolaan dan penyewaan site telekomunikasi dan jaringan kabel serat optik berikut sarana pendukungnya, melalui Entitas Anak.
Sektor
Infrastruktur
Sub Sektor
Telekomunikasi
Tentang PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk, melalui anak perusahaannya, menyewakan dan mengelola menara telekomunikasi dan situs DAS (sistem antena terdistribusi) dalam gedung untuk jaringan seluler di Indonesia. Perusahaan juga menyediakan layanan internet broadband fiber untuk pelanggan korporasi dan residensial, serta bergerak di bidang instalasi alat telekomunikasi. Selain itu, menawarkan jasa teknologi informasi dan jasa konsultasi manajemen, serta konsultasi pemasangan jasa di bidang telekomunikasi. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Centrin Online Tbk dan berubah nama menjadi PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2013. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1987 dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram