Analisa Fundamental Saham TBIG | PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
- Home /
- Infrastruktur /
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Harga Saham TBIG
Market Cap.
Analisa Fundamental PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Analisis | Skor |
|---|---|
Tier SahamSaham tier 1 dengan market cap. besar (di atas 40 T) |
|
Net ProfitPerusahaan mencetak laba positif 5 tahun berturut-turut |
|
Earning per SharePerusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 5 tahun berturut-turut |
|
Net Profit MarginProfitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (22.28%) |
|
Rasio hutangDebt Equity Ratio (DER)/Rasio hutang lebih dari 1 (2.87 kali modal). |
|
Current ratioAset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek |
|
Return on EquityProfitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (13.76%) |
|
Buffet's Intrinsic ValuePerusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru |
|
Price to Book ValueOvervalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (4.78). |
Analisa Teknikal PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Metode | Rekomendasi |
|---|---|
MACDUntuk swing trade jangka menengah |
Sell |
StochasticUntuk scalping jangka pendek |
Neutral |
Bollinger BandsUntuk swing trade jangka menengah |
Neutral |
Harga Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Kompetitor PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Laporan Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.
Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.
| Tahun | Pendapatan |
|---|---|
| 2024 | 6.867.399.000.000 |
| 2023 | 6.640.645.000.000 |
| 2022 | 6.524.369.000.000 |
| 2021 | 6.179.584.000.000 |
| 2020 | 5.327.689.000.000 |
| 2019 | 4.698.742.000.000 |
| 2018 | 4.318.137.000.000 |
| 2017 | 4.023.085.000.000 |
| 2016 | 3.711.174.000.000 |
| 2015 | 3.421.177.000.000 |
| 2014 | 3.306.812.000.000 |
| 2013 | 2.690.500.000.000 |
| 2012 | 1.715.421.000.000 |
| 2011 | 970.026.000.000 |
| 2010 | 671.360.000.000 |
| 2009 | 341.376.000.000 |
| 2008 | 227.611.000.000 |
| 2007 | 141.928.000.000 |
EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.
| Tahun | EBITDA |
|---|---|
| 2024 | 3.535.049.000.000 |
| 2023 | 5.123.687.000.000 |
| 2022 | 5.120.062.000.000 |
| 2021 | 5.194.907.000.000 |
| 2020 | 4.445.085.000.000 |
| 2019 | 3.565.930.000.000 |
| 2018 | 3.415.668.000.000 |
| 2017 | 3.245.730.000.000 |
| 2016 | 3.012.054.000.000 |
| 2015 | 2.580.326.000.000 |
| 2014 | 2.446.771.000.000 |
| 2013 | 2.077.655.000.000 |
| 2012 | 1.498.414.000.000 |
| 2011 | 815.631.000.000 |
| 2010 | 613.272.000.000 |
| 2009 | 0 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.
| Tahun | Net Profit |
|---|---|
| 2024 | 1.361.624.000.000 |
| 2023 | 1.560.307.000.000 |
| 2022 | 1.637.579.000.000 |
| 2021 | 1.548.975.000.000 |
| 2020 | 1.009.625.000.000 |
| 2019 | 819.454.000.000 |
| 2018 | 680.581.000.000 |
| 2017 | 2.316.368.000.000 |
| 2016 | 1.290.357.000.000 |
| 2015 | 1.429.903.000.000 |
| 2014 | 1.301.496.000.000 |
| 2013 | 1.247.994.000.000 |
| 2012 | 841.935.000.000 |
| 2011 | 474.358.000.000 |
| 2010 | 326.729.000.000 |
| 2009 | 240.657.000.000 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.
| Tahun | Net Profit Margin (NPM) |
|---|---|
| 2024 | 20,00 % |
| 2023 | 23,00 % |
| 2022 | 25,00 % |
| 2021 | 25,00 % |
| 2020 | 19,00 % |
| 2019 | 17,00 % |
| 2018 | 16,00 % |
| 2017 | 58,00 % |
| 2016 | 35,00 % |
| 2015 | 42,00 % |
| 2014 | 39,00 % |
| 2013 | 46,00 % |
| 2012 | 49,00 % |
| 2011 | 49,00 % |
| 2010 | 49,00 % |
| 2009 | 70,00 % |
| 2008 | 0,00 % |
| 2007 | 0,00 % |
Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.
| Tahun | Earning per Share (EPS) |
|---|---|
| 2024 | 8 |
| 2023 | 19 |
| 2022 | 18 |
| 2021 | 22 |
| 2020 | 0 |
| 2019 | 9 |
| 2018 | 2 |
| 2017 | 64 |
| 2016 | 47 |
| 2015 | 44 |
| 2014 | 8 |
| 2013 | 17 |
| 2012 | 7 |
| 2011 | 7 |
| 2010 | 0 |
| 2009 | 0 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Neraca Keuangan
Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.
Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.
| Tahun | Aset |
|---|---|
| 2024 | 47.316.346.000.000 |
| 2023 | 46.966.466.000.000 |
| 2022 | 43.139.968.000.000 |
| 2021 | 41.870.435.000.000 |
| 2020 | 36.521.303.000.000 |
| 2019 | 30.871.710.000.000 |
| 2018 | 29.113.747.000.000 |
| 2017 | 25.595.785.000.000 |
| 2016 | 23.620.268.000.000 |
| 2015 | 22.799.671.000.000 |
| 2014 | 22.034.082.000.000 |
| 2013 | 18.719.211.000.000 |
| 2012 | 14.317.483.000.000 |
| 2011 | 6.880.206.000.000 |
| 2010 | 5.176.442.000.000 |
| 2009 | 1.862.205.000.000 |
| 2008 | 1.073.799.000.000 |
| 2007 | 538.693.000.000 |
Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.
| Tahun | Modal (Equity) |
|---|---|
| 2024 | 9.897.621.000.000 |
| 2023 | 11.714.094.000.000 |
| 2022 | 10.329.435.000.000 |
| 2021 | 9.272.781.000.000 |
| 2020 | 8.709.682.000.000 |
| 2019 | 4.993.572.000.000 |
| 2018 | 3.370.679.000.000 |
| 2017 | 3.088.030.000.000 |
| 2016 | 1.555.713.000.000 |
| 2015 | 1.530.032.000.000 |
| 2014 | 3.980.720.000.000 |
| 2013 | 3.988.119.000.000 |
| 2012 | 3.994.592.000.000 |
| 2011 | 2.512.050.000.000 |
| 2010 | 2.144.324.000.000 |
| 2009 | 524.825.000.000 |
| 2008 | 180.683.000.000 |
| 2007 | 67.710.000.000 |
Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.
| Tahun | Piutang (Receivables) |
|---|---|
| 2024 | 2.629.212.000.000 |
| 2023 | 2.581.693.000.000 |
| 2022 | 991.098.000.000 |
| 2021 | 1.038.998.000.000 |
| 2020 | 1.201.912.000.000 |
| 2019 | 988.879.000.000 |
| 2018 | 929.911.000.000 |
| 2017 | 853.298.000.000 |
| 2016 | 697.599.000.000 |
| 2015 | 1.057.664.000.000 |
| 2014 | 1.054.173.000.000 |
| 2013 | 1.208.745.000.000 |
| 2012 | 474.377.000.000 |
| 2011 | 159.200.000.000 |
| 2010 | -5.096.000.000 |
| 2009 | 116.019.000.000 |
| 2008 | 119.730.000.000 |
| 2007 | 46.680.000.000 |
Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.
| Tahun | Investasi Jangka Pendek |
|---|---|
| 2024 | 0 |
| 2023 | 5.528.000.000 |
| 2022 | 40.000.000.000 |
| 2021 | 120.000.000.000 |
| 2020 | 56.208.000.000 |
| 2019 | 1.508.000.000 |
| 2018 | 1.508.000.000 |
| 2017 | 2.336.000.000 |
| 2016 | 2.387.000.000 |
| 2015 | 845.000.000 |
| 2014 | 1.509.000.000 |
| 2013 | 895.000.000 |
| 2012 | 1.442.000.000 |
| 2011 | 16.870.000.000 |
| 2010 | 26.042.000.000 |
| 2009 | 61.490.000.000 |
| 2008 | 29.724.000.000 |
| 2007 | 5.305.000.000 |
Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.
| Tahun | Investasi Jangka Panjang |
|---|---|
| 2024 | 0 |
| 2023 | 0 |
| 2022 | 0 |
| 2021 | 0 |
| 2020 | 0 |
| 2019 | 0 |
| 2018 | 0 |
| 2017 | 0 |
| 2016 | 1.976.000.000 |
| 2015 | 5.038.000.000 |
| 2014 | 0 |
| 2013 | 0 |
| 2012 | 0 |
| 2011 | 0 |
| 2010 | 0 |
| 2009 | 0 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.
| Tahun | Utang |
|---|---|
| 2024 | 31.958.832.000.000 |
| 2023 | 29.369.704.000.000 |
| 2022 | 29.086.129.000.000 |
| 2021 | 28.921.202.000.000 |
| 2020 | 23.999.946.000.000 |
| 2019 | 22.945.759.000.000 |
| 2018 | 22.848.244.000.000 |
| 2017 | 19.819.647.000.000 |
| 2016 | 18.900.716.000.000 |
| 2015 | 18.471.696.000.000 |
| 2014 | 16.062.241.000.000 |
| 2013 | 12.980.951.000.000 |
| 2012 | 8.728.864.000.000 |
| 2011 | 3.537.012.000.000 |
| 2010 | 2.390.733.000.000 |
| 2009 | 980.698.000.000 |
| 2008 | 265.350.000.000 |
| 2007 | 261.168.000.000 |
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.
Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.
| Tahun | Pembayaran Dividen |
|---|---|
| 2024 | -1.243.682.000.000 |
| 2023 | -1.315.744.000.000 |
| 2022 | -815.652.000.000 |
| 2021 | -692.194.000.000 |
| 2020 | -605.670.000.000 |
| 2019 | -600.000.000.000 |
| 2018 | -760.910.000.000 |
| 2017 | -665.000.000.000 |
| 2016 | -592.000.000.000 |
| 2015 | -592.000.000.000 |
| 2014 | -287.787.000.000 |
| 2013 | -287.792.000.000 |
| 2012 | 0 |
| 2011 | -114.068.000.000 |
| 2010 | 0 |
| 2009 | 0 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.
| Tahun | Capital Expenditure (CAPEX) |
|---|---|
| 2024 | 2.507.477.000.000 |
| 2023 | 2.695.231.000.000 |
| 2022 | 3.900.305.000.000 |
| 2021 | 7.001.036.000.000 |
| 2020 | 1.964.831.000.000 |
| 2019 | 2.034.334.000.000 |
| 2018 | 1.848.622.000.000 |
| 2017 | 1.863.658.000.000 |
| 2016 | 381.557.000.000 |
| 2015 | 521.979.000.000 |
| 2014 | 864.846.000.000 |
| 2013 | 435.320.000.000 |
| 2012 | 491.773.000.000 |
| 2011 | 236.591.000.000 |
| 2010 | 127.952.000.000 |
| 2009 | 2.870.000.000 |
| 2008 | 5.146.000.000 |
| 2007 | 833.000.000 |
Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.
| Tahun | Free Cashflow (FCF) |
|---|---|
| 2024 | 2.622.000.000.000 |
| 2023 | -92.337.000.000 |
| 2022 | -2.262.726.000.000 |
| 2021 | -2.535.754.000.000 |
| 2020 | 1.821.626.000.000 |
| 2019 | 1.657.083.000.000 |
| 2018 | 1.391.330.000.000 |
| 2017 | 1.322.235.000.000 |
| 2016 | -351.047.000.000 |
| 2015 | 1.696.501.000.000 |
| 2014 | 1.687.886.000.000 |
| 2013 | 943.837.000.000 |
| 2012 | -472.690.000.000 |
| 2011 | -224.896.000.000 |
| 2010 | -123.026.000.000 |
| 2009 | 0 |
| 2008 | 0 |
| 2007 | 0 |
Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
| Tahun | Operating Cashflow |
|---|---|
| 2024 | 5.129.477.000.000 |
| 2023 | 4.381.589.000.000 |
| 2022 | 1.637.579.000.000 |
| 2021 | 4.465.282.000.000 |
| 2020 | 3.786.457.000.000 |
| 2019 | 3.691.417.000.000 |
| 2018 | 3.239.952.000.000 |
| 2017 | 3.185.893.000.000 |
| 2016 | 30.510.000.000 |
| 2015 | 2.218.480.000.000 |
| 2014 | 2.552.732.000.000 |
| 2013 | 1.379.157.000.000 |
| 2012 | 19.083.000.000 |
| 2011 | 11.695.000.000 |
| 2010 | 4.926.000.000 |
| 2009 | 192.783.000.000 |
| 2008 | 203.895.000.000 |
| 2007 | 95.243.000.000 |
Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
| Tahun | Dividen |
|---|---|
| 2010 | 0 |
| 2011 | 25 |
| 2012 | 0 |
| 2013 | 60 |
| 2014 | 61 |
| 2015 | 0 |
| 2016 | 129 |
| 2017 | 149 |
| 2018 | 169 |
| 2019 | 138 |
| 2020 | 28 |
| 2021 | 32 |
| 2022 | 36 |
| 2023 | 35 |
| 2024 | 30 |
Rasio Keuangan
Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.
| Tahun | Return on Asset |
|---|---|
| 2010 | 6.94% |
| 2011 | 7.65% |
| 2012 | 6.17% |
| 2013 | 6.92% |
| 2014 | 6.08% |
| 2015 | 6.43% |
| 2016 | 5.59% |
| 2017 | 9.2% |
| 2018 | 2.37% |
| 2019 | 2.69% |
| 2020 | 2.79% |
| 2021 | 3.74% |
| 2022 | 3.83% |
| 2023 | 3.36% |
| 2024 | 2.91% |
Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.
| Tahun | Return on Equity |
|---|---|
| 2010 | 15.24% |
| 2011 | 18.88% |
| 2012 | 21.08% |
| 2013 | 31.29% |
| 2014 | 32.69% |
| 2015 | 93.46% |
| 2016 | 82.94% |
| 2017 | 75.01% |
| 2018 | 20.19% |
| 2019 | 16.41% |
| 2020 | 11.59% |
| 2021 | 16.7% |
| 2022 | 15.85% |
| 2023 | 13.32% |
| 2024 | 13.76% |
Anak Perusahaan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Nama | Lokasi | Prosentase |
|---|---|---|
|
PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk Telekomunikasi |
Jakarta | 50.43 % |
|
PT Menara Bersama Terpadu Telekomunikasi |
Jakarta | 100.00 % |
|
PT Metric Solusi Integrasi Telekomunikasi |
Jakarta | 100.00 % |
|
PT Solusi Menara Indonesia Telekomunikasi |
Jakarta | 70.03 % |
|
PT Telenet Internusa Telekomunikasi |
Jakarta | 99.50 % |
|
PT Tower Bersama Telekomunikasi |
Jakarta | 100.00 % |
|
PT Tower One Telekomunikasi |
Jakarta | 99.90 % |
|
PT Triaka Bersama Telekomunikasi |
Jakarta | 100.00 % |
|
PT United Towerindo Telekomunikasi |
Jakarta | 100.00 % |
|
PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk Telekomunikasi |
Jakarta | 51.09 % |
|
TBG Global Pte Ltd |
Singapura | 100.00 % |
Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Herman Setya Budi | Presiden Direktur |
| Hardi Wijaya Liong | Wakil Presiden Direktur |
| Budianto Purwahjo | Direktur |
| Helmy Yusman Santoso | Direktur |
| Dr. Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo | Direktur |
Komisaris PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Edwin Soeryadjaya | Presiden Komisaris |
| Verena Lim | Komisaris |
| Ludovicus Sensi Wondabio | Komisaris |
| Heri Sunaryadi | Komisaris |
Komite Audit PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| Ludovicus Sensi Wondabio | Ketua |
| Agustino Sunarko | Anggota |
| Agung Nugroho Soedibyo | Anggota |
Profil PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
- Nama Emiten
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
- Kode Saham
- TBIG
- ISIN
- ID1000116908
- Alamat
- Gedung The Convergence Indonesia, Lt. 11, Kaw. Rasuna Epicentrum, Jl. HR. Rasuna Said, Jkt-Selatan
- corporate.secretary@tower-bersama.com
- Situs Web
- www.tower-bersama.com
- Papan Pencatatan
- Utama
- Bidang Usaha Utama
- Penyedia Jasa In frastruktur Telekomunikasi Terintegrasi mela lui Perusahaan Anak
- Sektor
- Infrastruktur
- Sub Sektor
- Telekomunikasi
- Tentang PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, menyediakan ruang infrastruktur telekomunikasi untuk pemasangan perangkat telekomunikasi di Indonesia. Ini menyewakan ruang untuk antena dan peralatan lain untuk transmisi sinyal nirkabel di lokasi menara dengan operator telekomunikasi. Perusahaan juga memberi operator telekomunikasi akses ke jaringan sistem antena terdistribusi (DAS) di pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di daerah perkotaan. Per 31 Desember 2021, memiliki 39.088 penyewa; dan 20.578 situs telekomunikasi yang terdiri dari 20.466 menara telekomunikasi dan 112 jaringan DAS. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Banyan Mas. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk didirikan pada tahun 2004 dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, Indonesia.


