Analisa Fundamental Saham TLKM | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk



Harga Saham TLKM

2,480
PER
11.35
PBV
1.89

Market Cap.

268.5 T
ROA
8.15
ROE
16.64

Analisa Fundamental PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Analisis Skor

Tier Saham

Saham tier 1 dengan market cap. besar (di atas 40 T)

Net Profit

Perusahaan mencetak laba positif 5 tahun berturut-turut

Earning per Share

Perusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 5 tahun berturut-turut

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0.49 kali modal).

Net Profit Margin

Profitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (15.08%)

Return on Equity

Profitabilitas baik. Return on Equity (RoE) lebih dari 15% (16.64%)

Current ratio

Aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (1.89).

Analisa Teknikal PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk


Laporan Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Pendapatan
2024 149.967.000.000.000
2023 149.216.000.000.000
2022 147.306.000.000.000
2021 143.210.000.000.000
2020 136.447.000.000.000
2019 135.567.000.000.000
2018 130.784.000.000.000
2017 128.256.000.000.000
2016 116.333.000.000.000
2015 102.470.000.000.000
2014 89.696.000.000.000
2013 82.967.000.000.000
2012 77.143.000.000.000
2011 71.904.000.000.000
2010 68.629.181.000.000
2009 67.525.895.000.000
2008 60.689.784.000.000
2007 59.429.379.201.852
2006 51.206.945.216.778
2005 41.696.274.515.641
2004 34.261.682.233.740
2003 27.117.647.076.450
2002 21.488.552.965.983
2001 16.135.416.671.830
2000 9.375.000.004.500
1999 7.212.758.863.661
1998 5.657.566.300.853
1997 6.604.751.626.528
1996 7.626.208.377.600

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun EBITDA
2024 77.458.000.000.000
2023 78.116.000.000.000
2022 74.386.000.000.000
2021 80.610.000.000.000
2020 72.439.000.000.000
2019 65.067.000.000.000
2018 60.940.000.000.000
2017 65.415.000.000.000
2016 58.768.000.000.000
2015 52.228.000.000.000
2014 47.571.000.000.000
2013 44.339.000.000.000
2012 40.556.000.000.000
2011 37.467.000.000.000
2010 37.510.310.000.000
2009 35.601.523.000.000
2008 34.207.842.000.000
2007 37.626.299.000.000
2006 31.521.572.341.575
2005 25.491.186.278.078
2004 22.035.383.171.620
2003 17.453.781.523.950
2002 13.102.781.656.080
2001 10.343.750.003.310
2000 6.125.000.002.940
1999 6.368.794.324.840
1998 4.081.700.466.720
1997 4.720.302.380.568
1996 5.042.606.515.968

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Net Profit
2024 23.649.000.000.000
2023 24.427.000.000.000
2022 27.680.000.000.000
2021 33.948.000.000.000
2020 29.890.000.000.000
2019 27.592.000.000.000
2018 18.032.000.000.000
2017 22.145.000.000.000
2016 19.352.000.000.000
2015 15.489.000.000.000
2014 14.638.000.000.000
2013 14.205.000.000.000
2012 18.362.000.000.000
2011 10.848.000.000.000
2010 11.536.999.000.000
2009 11.332.140.000.000
2008 10.619.470.000.000
2007 12.854.729.039.008
2006 10.986.873.320.428
2005 7.972.362.746.214
2004 6.186.915.886.180
2003 6.084.033.617.400
2002 8.379.918.018.098
2001 4.250.000.001.360
2000 2.538.461.539.680
1999 2.011.304.964.096
1998 1.001.560.062.084
1997 1.287.796.977.540
1996 2.258.503.401.216

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 16,00 %
2023 16,00 %
2022 19,00 %
2021 24,00 %
2020 22,00 %
2019 20,00 %
2018 14,00 %
2017 17,00 %
2016 17,00 %
2015 15,00 %
2014 16,00 %
2013 17,00 %
2012 24,00 %
2011 15,00 %
2010 17,00 %
2009 17,00 %
2008 17,00 %
2007 22,00 %
2006 21,00 %
2005 19,00 %
2004 18,00 %
2003 22,00 %
2002 39,00 %
2001 26,00 %
2000 27,00 %
1999 28,00 %
1998 18,00 %
1997 19,00 %
1996 30,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 60
2023 51
2022 42
2021 59
2020 0
2019 0
2018 38
2017 42
2016 46
2015 40
2014 32
2013 24
2012 29
2011 26
2010 26
2009 0
2008 0
2007 0
2006 17
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0
1999 0
1998 0
1997 0
1996 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Aset
2024 299.675.000.000.000
2023 286.592.000.000.000
2022 275.192.000.000.000
2021 277.184.000.000.000
2020 245.873.000.000.000
2019 221.208.000.000.000
2018 206.196.000.000.000
2017 198.484.000.000.000
2016 179.611.000.000.000
2015 166.173.000.000.000
2014 140.895.000.000.000
2013 127.951.000.000.000
2012 111.369.000.000.000
2011 102.722.000.000.000
2010 99.758.447.000.000
2009 97.559.606.000.000
2008 91.256.250.000.000
2007 82.044.059.406.397
2006 75.008.221.058.837
2005 62.006.098.047.896
2004 56.794.392.508.030
2003 50.285.714.318.400
2002 42.497.789.353.011
2001 32.468.750.010.390
2000 28.884.615.398.480
1999 24.377.957.441.445
1998 20.437.597.497.401
1997 22.317.494.622.928
1996 26.718.582.168.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 142.094.000.000.000
2023 135.744.000.000.000
2022 129.258.000.000.000
2021 121.646.000.000.000
2020 102.374.000.000.000
2019 99.561.000.000.000
2018 98.910.000.000.000
2017 92.713.000.000.000
2016 84.384.000.000.000
2015 75.136.000.000.000
2014 67.807.000.000.000
2013 60.542.000.000.000
2012 51.541.000.000.000
2011 45.711.000.000.000
2010 44.418.742.000.000
2009 38.989.747.000.000
2008 34.314.071.000.000
2007 33.742.537.823.387
2006 28.021.051.225.855
2005 23.230.607.846.389
2004 20.448.598.125.320
2003 17.310.924.381.000
2002 15.965.148.748.760
2001 9.322.916.669.650
2000 13.692.307.698.880
1999 11.318.177.302.474
1998 9.007.020.277.947
1997 10.773.218.153.408
1996 13.322.234.155.968

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 15.674.000.000.000
2023 13.652.000.000.000
2022 11.091.000.000.000
2021 10.840.000.000.000
2020 12.590.000.000.000
2019 11.797.000.000.000
2018 11.488.000.000.000
2017 9.222.000.000.000
2016 7.363.000.000.000
2015 7.872.000.000.000
2014 7.380.000.000.000
2013 6.026.000.000.000
2012 6.010.000.000.000
2011 5.393.000.000.000
2010 4.566.905.000.000
2009 4.584.060.000.000
2008 4.188.597.000.000
2007 3.932.546.000.000
2006 4.217.421.385.592
2005 3.721.245.098.560
2004 3.374.862.000.000
2003 3.000.000.001.950
2002 3.499.445.100.770
2001 2.645.833.334.180
2000 1.461.538.462.240
1999 1.070.921.985.580
1998 771.450.857.789
1997 906.047.517.112
1996 1.076.978.159.616

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 1.122.000.000.000
2023 1.423.000.000.000
2022 936.000.000.000
2021 429.000.000.000
2020 1.229.000.000.000
2019 378.000.000.000
2018 1.161.000.000.000
2017 1.762.000.000.000
2016 1.234.000.000.000
2015 697.000.000.000
2014 364.000.000.000
2013 6.560.000.000.000
2012 4.338.000.000.000
2011 361.000.000.000
2010 370.433.000.000
2009 359.507.000.000
2008 267.044.000.000
2007 238.179.769.085
2006 84.348.607.406
2005 22.009.803.924
2004 18.691.588.780
2003 4.680.668.000.000
2002 1.077.453.191.563
2001 343.750.000.110
2000 3.875.000.001.860
1999 1.221.723.403.986
1998 35.101.404.045
1997 382.289.417.232
1996 0

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 8.335.000.000.000
2023 8.162.000.000.000
2022 8.653.000.000.000
2021 13.800.000.000.000
2020 4.237.000.000.000
2019 2.199.000.000.000
2018 2.662.000.000.000
2017 2.148.000.000.000
2016 1.847.000.000.000
2015 1.807.000.000.000
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0
1999 0
1998 0
1997 0
1996 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Utang
2024 58.356.000.000.000
2023 53.157.000.000.000
2022 49.152.000.000.000
2021 58.652.000.000.000
2020 54.650.000.000.000
2019 50.504.000.000.000
2018 41.744.000.000.000
2017 32.462.000.000.000
2016 28.447.000.000.000
2015 30.673.000.000.000
2014 23.452.000.000.000
2013 20.256.000.000.000
2012 19.275.000.000.000
2011 17.871.000.000.000
2010 22.015.652.000.000
2009 22.130.808.000.000
2008 18.882.588.000.000
2007 13.499.524.000.000
2006 13.296.810.039.109
2005 14.791.633.431.922
2004 17.388.075.596.918
2003 15.313.508.598.900
2002 12.431.100.916.045
2001 11.268.758.667.320
2000 9.669.959.692.700
1999 624.666.666.529
1998 561.622.464.720
1997 546.436.285.648
1996 561.045.470.784

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 -17.683.000.000.000
2023 -16.603.000.000.000
2022 -14.856.000.000.000
2021 -16.643.000.000.000
2020 -15.262.000.000.000
2019 -16.229.000.000.000
2018 -16.609.000.000.000
2017 -11.627.000.000.000
2016 -11.213.000.000.000
2015 -8.783.000.000.000
2014 -9.943.000.000.000
2013 -8.354.000.000.000
2012 -6.031.000.000.000
2011 -6.069.000.000.000
2010 -5.417.952.000.000
2009 -9.195.921.000.000
2008 -11.765.912.000.000
2007 -6.046.351.088.273
2006 -5.361.985.626.910
2005 -2.972.735.294.534
2004 -3.850.467.288.680
2003 -3.739.495.800.750
2002 -2.453.889.664.550
2001 -1.020.833.333.660
2000 -1.105.769.231.300
1999 -440.304.964.442
1998 0
1996 -202.291.442.880

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 26.005.000.000.000
2023 33.603.000.000.000
2022 35.010.000.000.000
2021 29.923.000.000.000
2020 29.560.000.000.000
2019 35.131.000.000.000
2018 31.562.000.000.000
2017 32.784.000.000.000
2016 28.125.000.000.000
2015 26.566.000.000.000
2014 26.606.000.000.000
2013 20.419.000.000.000
2012 8.708.000.000.000
2011 14.543.000.000.000
2010 16.316.160.000.000
2009 21.143.162.000.000
2008 16.230.727.000.000
2007 15.054.109.147.340
2006 16.602.318.066.953
2005 12.286.441.178.191
2004 9.719.626.165.600
2003 252.100.840.500
2002 5.078.598.789.952
2001 3.593.750.001.150
2000 798.076.923.460
1999 607.390.070.788
1998 0
1996 4.881.847.475.520

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 35.598.000.000.000
2023 26.978.000.000.000
2022 38.344.000.000.000
2021 38.430.000.000.000
2020 35.757.000.000.000
2019 19.818.000.000.000
2018 14.109.000.000.000
2017 16.621.000.000.000
2016 19.106.000.000.000
2015 17.103.000.000.000
2014 11.130.000.000.000
2013 16.155.000.000.000
2012 19.233.000.000.000
2011 15.919.000.000.000
2010 11.442.603.000.000
2009 8.572.412.000.000
2008 8.085.570.000.000
2007 12.668.197.621.601
2006 10.047.556.159.169
2005 8.760.254.903.186
2004 6.485.981.306.660
2003 13.100.840.344.650
2002 5.425.115.454.827
2001 3.416.666.667.760
2000 4.163.461.540.460
1999 3.327.496.453.168
1998 0
1996 -92.731.829.568

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 61.603.000.000.000
2023 60.581.000.000.000
2022 73.354.000.000.000
2021 68.353.000.000.000
2020 65.317.000.000.000
2019 54.949.000.000.000
2018 45.671.000.000.000
2017 49.405.000.000.000
2016 47.231.000.000.000
2015 43.669.000.000.000
2014 37.736.000.000.000
2013 36.574.000.000.000
2012 27.941.000.000.000
2011 30.462.000.000.000
2010 27.758.763.000.000
2009 29.715.574.000.000
2008 24.316.297.000.000
2007 27.722.306.768.941
2006 26.649.874.226.122
2005 21.046.696.081.377
2004 16.205.607.472.260
2003 12.848.739.504.150
2002 10.503.714.244.779
2001 7.010.416.668.910
2000 4.961.538.463.920
1999 3.934.886.523.957
1998 0
1996 4.789.115.645.952

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Dividen
1996 0
1997 0
1998 0
1999 0
2000 0
2001 0
2002 0
2003 0
2004 7
2005 144
2006 267
2007 303
2008 407
2009 323
2010 288
2011 296
2012 57
2013 67
2014 102
2015 14
2016 35
2017 117
2018 33
2019 54
2020 154
2021 168
2022 149
2023 167
2024 178

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Return on Asset
1996 8.45%
1997 5.77%
1998 4.9%
1999 8.25%
2000 8.79%
2001 13.66%
2002 20.72%
2003 13.48%
2004 12.05%
2005 13.86%
2006 15.57%
2007 16.34%
2008 12.06%
2009 11.91%
2010 11.78%
2011 10.75%
2012 16.7%
2013 11.33%
2014 10.67%
2015 9.57%
2016 11.05%
2017 11.45%
2018 9.02%
2019 13.04%
2020 12.86%
2021 12.94%
2022 10.66%
2023 8.85%
2024 8.15%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Tahun Return on Equity
1996 16.95%
1997 11.95%
1998 11.12%
1999 17.77%
2000 18.54%
2001 45.59%
2002 52.49%
2003 35.15%
2004 30.26%
2005 34.32%
2006 39.21%
2007 38.1%
2008 30.95%
2009 29.06%
2010 25.97%
2011 23.73%
2012 35.63%
2013 23.46%
2014 21.59%
2015 20.61%
2016 22.93%
2017 23.89%
2018 18.23%
2019 27.71%
2020 29.2%
2021 27.91%
2022 21.41%
2023 17.99%
2024 16.64%

Pemegang Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Angga Raka Prabowo 0 0.00 %
Yohanes Surya 0 0.00 %
Ismail 3,312,700 0.00 %
Rizal Mallarangeng 3,240,600 0.00 %
Silmy Karim 1,344,700 0.00 %
Ossy Dermawan 0 0.00 %
Deswandhy Agusman 0 0.00 %
Rionald Silaban 0 0.00 %
PT DANANTARA ASSET MANAGEMENT 51,602,353,559 52.09 %
Dian Siswarini 203,000 0.00 %
Muhammad Awaluddin 450,055 0.00 %
Veranita Yosephine 68,000 0.00 %
Nanang Hendarno 32,500 0.00 %
Seno Soemadji 0 0.00 %
Henry Christiadi 0 0.00 %
Honesti Basyir 3,632,844 0.00 %
Arthur Angelo Syailendra 0 0.00 %
Faizal Rochmad Djoemadi 248,500 0.00 %
Negara Republik Indonesia 1 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 1,750,000 0.00 %
Masyarakat Warkat 51,288,700 0.05 %
Masyarakat Non Warkat 47,394,291,441 47.84 %

Anak Perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
Penyewaan menara telekomunikasi dan jasa telekomunikasi lainnya
Jakarta 72.00 %
PT Graha Sarana Duta
Pembangunan, perdagangan, jasa, dan pengangkutan darat
Jakarta 100.00 %
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi
Jakarta 100.00 %
PT Metra-Net
Jasa portal multimedia
Jakarta 100.00 %
PT Multimedia Nusantara
Jasa jaringan telekomunikasi dan multimedia
Jakarta 100.00 %
PT Napsindo Primatel Internasional
Telekomunikasi - menyediakan Network, Access Point (NAP), Voice Over Data (VOD) dan jasa terkait lainnya
Jakarta 60.00 %
PT PINS Indonesia
Jasa dan pembangunan telekomunikasi
Jakarta 100.00 %
PT Sigma CIpta Caraka
Jasa konsultasi piranti keras, piranti lunak komputer, dan pusat penyimpanan data
Jakarta 100.00 %
PT Telekomunikasi Indonesia International
Jasa telekomunikasi dan informasi internasional
Jakarta 100.00 %
PT Telekomunikasi Selular
Jasa jaringan dan layanan telekomunikasi seluler
Jakarta 70.00 %
PT Telkom Akses
Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi
Jakarta 100.00 %
PT Telkom Data Ekosistem
Data center
Jakarta 100.00 %
PT Telkom Infrastruktur Indonesia
Jasa jaringan telekomunikasi dan informasi
Jakarta 100.00 %
PT Telkom Satelit Indonesia
Telekomunikasi - menyediakan sistem komunikasi satelit, jasa dan sarana terkait
Jakarta 100.00 %

Direktur PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Jabatan
Dian Siswarini Direktur Utama
Honesti Basyir Direktur
Henry Christiadi Direktur
Arthur Angelo Syailendra Direktur
Veranita Yosephine Direktur
Nanang Hendarno Direktur
Faizal Rochmad Djoemadi Direktur
Seno Soemadji Direktur
Muhammad Awaluddin Wakil Direktur Utama

Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Jabatan
Angga Raka Prabowo Komisaris Utama
Yohanes Surya Komisaris
Deswandhy Agusman Komisaris
Rizal Mallarangeng Komisaris
Silmy Karim Komisaris
Ossy Dermawan Komisaris
Ismail Komisaris
Rionald Silaban Komisaris

Komite Audit PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Jabatan
Deswandhy Agusman Ketua
Yohanes Surya Anggota
- Anggota
Emmanuel Bambang Suyitno Anggota
Edy Sihotang Anggota

Profil PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Nama Emiten
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Kode Saham
TLKM
ISIN
ID1000129000
Alamat
Telkom Landmark Tower, Lantai 51
Email
investor@telkom.co.id
Situs Web
www.telkom.co.id
Papan Pencatatan
Utama
Bidang Usaha Utama
Penyelenggara Jaringan dan Jasa Telekom
Sektor
Infrastruktur
Sub Sektor
Telekomunikasi
Tentang PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyediakan layanan telekomunikasi, informatika, dan jaringan di seluruh dunia. Segmen Mobile perusahaan menawarkan layanan suara, SMS, dan mobile broadband; dan layanan digital, termasuk layanan keuangan, video on demand, musik, game, IoT, analitik data besar, dan layanan periklanan digital. Segmen Konsumennya menyediakan layanan telepon tetap dan layanan pita lebar; dan IPTV dan layanan digital konsumen terkait. Segmen Enterprise perusahaan menawarkan TIK dan platform digital yang mencakup layanan konektivitas kelas perusahaan, termasuk satelit, layanan TI, pusat data dan cloud, dan layanan outsourcing proses bisnis, serta perdagangan dan terkelola CPE, keamanan siber, keuangan, data besar, periklanan digital, e-health, ATM terkelola, dan layanan profesional. Segmen Bisnis Grosir dan Internasionalnya menyediakan layanan suara, terkelola, SMS A2P, transit dan konektivitas IP, pusat data dan cloud, keamanan, dan nilai tambah serta layanan digital; operator jaringan seluler, operator jaringan virtual seluler, dan layanan pusat panggilan; dan layanan menara dan infrastruktur kepada perusahaan dan institusi operator berlisensi lainnya. Segmen Lainnya perusahaan menawarkan layanan digital, seperti platform digital, konten digital, dan e-commerce; dan jasa manajemen properti. Perusahaan juga menyediakan jasa pengelolaan dan pemeliharaan gedung, pembayaran, konsultasi manajemen bisnis dan modal ventura, administrasi asuransi kesehatan, pariwisata, informasi direktori, konstruksi telekomunikasi, dan layanan portal multimedia; bertindak sebagai konsultan sipil dan pengembang; dan sewa kantor. Per 31 Desember 2020, ada sekitar 9.1 juta pelanggan telepon kabel tidak bergerak, termasuk 8,0 juta pelanggan pita lebar tidak bergerak; dan 169,5 juta pelanggan seluler, termasuk 115,9 juta pelanggan pita lebar bergerak. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1884 dan berkantor pusat di Bandung, Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram