Analisa Fundamental Saham JSPT | Jakarta Setiabudi Internasional Tbk



Harga Saham JSPT

1,395
PER
86.29
PBV
10.36

Market Cap.

22.5 T
ROA
4.09
ROE
12.01

Analisa Fundamental Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Analisis Skor

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Current ratio

Aset lancar lebih besar dari liabilitas jangka pendek

Rasio hutang

Debt Equity Ratio (DER)/Rasio hutang lebih dari 1 (1.36 kali modal).

Net Profit

Perusahaan belum mencetak laba positif selama 3 tahun berturut-turut

Net Profit Margin

Profitabilitas kurang baik. Net Profit Margin (NPM) kurang dari 10% (4.97%)

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (12.01%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (10.36).

Earning per Share

Perusahaan belum mencetak Earning per Share (EPS) positif selama 3 tahun berturut-turut

Analisa Teknikal Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Jakarta Setiabudi Internasional Tbk


Laporan Keuangan Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Pendapatan
2024 2.402.430.479.000
2023 1.774.897.256.000
2022 1.376.550.783.000
2021 552.780.814.000
2020 590.037.813.000
2019 1.295.694.847.000
2018 1.535.734.281.000
2017 1.122.241.072.000
2016 1.078.594.542.000
2015 1.136.469.082.000
2014 1.334.782.434.296
2013 1.267.682.638.975
2012 1.206.664.891.893
2011 1.073.202.212.258
2010 1.037.229.216.029
2009 958.100.438.225
2008 924.051.134.000
2007 811.762.835.000
2006 657.952.835.000
2005 535.329.350.000
2004 466.817.050.000
2003 433.065.675.000
2002 512.417.000.000
2001 628.439.000.000
2000 408.815.373.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun EBITDA
2024 836.366.955.000
2023 725.146.476.000
2022 322.901.909.000
2021 14.925.941.000
2020 38.332.445.000
2019 382.044.304.000
2018 663.304.821.000
2017 366.130.721.000
2016 350.212.869.000
2015 403.410.259.000
2014 519.248.880.186
2013 429.346.846.615
2012 430.208.978.423
2011 381.238.446.813
2010 362.874.740.604
2009 318.324.867.685
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Net Profit
2024 261.337.269.000
2023 191.237.299.000
2022 -45.050.178.000
2021 -210.407.731.000
2020 -143.214.834.000
2019 110.903.490.000
2018 300.082.706.000
2017 131.717.222.000
2016 124.557.573.000
2015 176.588.656.000
2014 255.836.426.334
2013 163.380.936.571
2012 174.316.456.181
2011 141.716.054.157
2010 107.125.015.656
2009 79.307.133.308
2008 0
2007 26.658.669.000
2006 0
2005 0
2004 0
2003 28.942.207.000
2002 285.921.000.000
2001 0
2000 0

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 11,00 %
2023 11,00 %
2022 -3,00 %
2021 -38,00 %
2020 -24,00 %
2019 9,00 %
2018 20,00 %
2017 12,00 %
2016 12,00 %
2015 16,00 %
2014 19,00 %
2013 13,00 %
2012 14,00 %
2011 13,00 %
2010 10,00 %
2009 8,00 %
2008 0,00 %
2007 3,00 %
2006 0,00 %
2005 0,00 %
2004 0,00 %
2003 7,00 %
2002 56,00 %
2001 0,00 %
2000 0,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 0
2021 -10
2020 5
2019 19
2018 35
2017 13
2016 12
2015 14
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Aset
2024 6.457.844.771.000
2023 6.273.818.715.000
2022 6.083.350.540.000
2021 5.682.538.723.000
2020 5.751.634.560.000
2019 5.591.218.715.000
2018 5.048.597.273.000
2017 4.120.088.912.000
2016 3.890.237.906.000
2015 3.671.502.471.000
2014 3.575.786.663.963
2013 3.428.702.485.089
2012 3.308.945.278.758
2011 2.873.491.878.145
2010 2.480.132.870.520
2009 2.597.270.652.671
2008 2.688.409.852.000
2007 2.718.908.952.000
2006 2.582.121.960.000
2005 2.547.109.954.000
2004 2.568.555.996.000
2003 2.281.990.307.000
2002 1.799.544.000.000
2001 1.713.075.000.000
2000 1.084.528.109.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 2.176.397.960.000
2023 1.930.368.151.000
2022 2.001.341.361.000
2021 2.021.804.773.000
2020 2.216.408.936.000
2019 2.398.904.018.000
2018 2.345.694.339.000
2017 2.080.747.067.000
2016 1.986.701.286.000
2015 1.903.399.860.000
2014 1.762.836.001.674
2013 1.539.461.879.340
2012 1.403.905.774.769
2011 1.248.703.990.004
2010 1.125.537.823.847
2009 1.061.756.211.984
2008 978.037.184.000
2007 1.033.316.845.000
2006 1.006.658.175.000
2005 1.042.306.026.000
2004 1.144.888.664.000
2003 1.159.342.700.000
2002 724.298.000.000
2001 0
2000 0

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 93.673.591.000
2023 104.847.278.000
2022 99.986.712.000
2021 70.189.661.000
2020 27.696.645.000
2019 15.799.361.000
2018 124.277.337.000
2017 83.807.696.000
2016 122.070.220.000
2015 149.631.456.000
2014 128.369.433.000
2013 157.628.573.058
2012 197.421.607.410
2011 -164.876.570.108
2010 -81.207.917.245
2009 114.978.925.070
2008 99.995.162.000
2007 117.605.492.000
2006 104.065.449.000
2005 59.246.211.000
2004 51.765.246.000
2003 57.723.788.000
2002 63.559.000.000
2001 68.218.000.000
2000 51.633.174.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 7.774.389.000
2023 3.090.166.000
2022 -44.876.034.000
2021 -2.017.398.454.000
2020 -1.978.140.534.000
2019 16.836.664.000
2018 572.607.531.000
2017 68.356.826.000
2016 14.382.171.000
2015 -855.264.754.000
2014 -883.971.668.038
2013 -824.025.786.883
2012 25.991.376.000
2011 16.357.399.000
2010 -13.535.390.157
2009 -16.404.652.282
2008 18.316.979.000
2007 14.661.151.000
2006 16.227.977.000
2005 46.465.971.000
2004 332.992.125.000
2003 54.725.738.000
2002 53.259.000.000
2001 91.102.000.000
2000 72.900.660.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 4.723.475.000
2017 2.910.848.000
2016 3.081.499.000
2015 3.296.362.000
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Utang
2024 2.482.801.832.000
2023 2.627.786.481.000
2022 2.389.901.699.000
2021 1.912.379.133.000
2020 1.592.207.916.000
2019 1.423.940.852.000
2018 1.068.240.501.000
2017 656.330.156.000
2016 630.169.980.000
2015 644.806.670.000
2014 681.457.020.000
2013 703.190.448.000
2012 665.217.418.275
2011 620.089.301.181
2010 660.465.092.364
2009 796.194.082.723
2008 749.936.518.000
2007 510.493.967.000
2006 768.093.671.000
2005 684.794.269.000
2004 673.986.322.000
2003 538.665.690.000
2002 337.084.000.000
2001 1.137.749.000.000
2000 427.917.674.000

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 -23.187.360.000
2023 -2.020.000.000
2022 0
2021 0
2020 -23.187.360.000
2019 -44.055.984.000
2018 -65.841.984.000
2017 -41.737.248.000
2016 -39.418.512.000
2015 -37.099.776.000
2014 -32.462.304.000
2013 -27.824.832.000
2012 -23.187.360.000
2011 -18.549.888.000
2010 -13.912.416.000
2009 -1.954.413.400
2008 -5.879.366.000
2007 -4.924.735.000
2006 -5.291.750.000
2005 0
2004 -32.691.800.000
2003 -5.620.000.000
2002 0
2001 0
2000 -10.508.811.000

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 78.128.966.000
2023 127.224.731.000
2022 58.904.287.000
2021 109.596.056.000
2020 159.399.285.000
2019 382.796.190.000
2018 548.374.865.000
2017 398.047.539.000
2016 464.961.420.000
2015 127.920.102.000
2014 166.722.541.909
2013 127.889.609.939
2012 92.480.749.386
2011 49.762.625.176
2010 33.258.599.842
2009 27.998.129.531
2008 86.173.851.000
2007 150.313.342.000
2006 148.593.782.000
2005 123.264.546.000
2004 94.369.570.000
2003 16.409.659.000
2002 14.549.000.000
2001 16.422.000.000
2000 8.556.052.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 700.877.024.000
2023 341.166.355.000
2022 -111.097.848.000
2021 -147.802.047.000
2020 -197.811.965.000
2019 -262.320.940.000
2018 -184.021.965.000
2017 -232.645.628.000
2016 -139.036.613.000
2015 18.450.659.000
2014 107.310.511.350
2013 177.175.756.427
2012 176.577.507.128
2011 367.262.170.209
2010 194.703.563.300
2009 150.286.747.609
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 779.005.990.000
2023 468.391.086.000
2022 -52.193.561.000
2021 -38.205.991.000
2020 -38.412.680.000
2019 120.475.250.000
2018 364.352.900.000
2017 165.401.911.000
2016 325.924.807.000
2015 146.370.761.000
2014 274.033.053.259
2013 305.065.366.366
2012 269.058.256.514
2011 417.024.795.385
2010 227.962.163.142
2009 178.284.877.140
2008 234.871.649.000
2007 132.591.710.000
2006 1.753.636.000
2005 30.328.574.000
2004 25.654.033.000
2003 28.112.667.000
2002 23.192.000.000
2001 185.229.000.000
2000 217.569.673.000

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Dividen
2009 0
2010 6
2011 8
2012 10
2013 12
2014 14
2015 16
2016 17
2017 18
2018 19
2019 19
2020 10
2021 0
2022 0
2023 0
2024 10

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Return on Asset
2009 3.05%
2010 4.32%
2011 4.93%
2012 5.29%
2013 4.79%
2014 7.18%
2015 4.83%
2016 3.21%
2017 3.25%
2018 6.03%
2019 2.01%
2020 -2.52%
2021 -3.74%
2022 -0.75%
2023 3.08%
2024 4.09%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Tahun Return on Equity
2009 7.47%
2010 9.52%
2011 11.35%
2012 12.42%
2013 10.61%
2014 14.51%
2015 9.28%
2016 6.27%
2017 6.33%
2018 12.79%
2019 4.62%
2020 -6.46%
2021 -10.41%
2022 -2.25%
2023 9.91%
2024 12.01%

Pemegang Saham Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Suzanna Tonojo - 2091144326 333,164,863 14.37 %
Bram Van Hoof 100 0.00 %
Citibank Switzerland S/A Stiber Investments S.A.R.L 375,402,106 16.19 %
PT Jan Darmadi Investindo 1,182,556,569 51.00 %
JPMCB NA RE-JPMCB Singapore Branch 213,557,597 9.21 %
Anton Goenawan 5,000 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 2,265,852 0.98 %
Masyarakat Non Warkat 191,391,240 8.25 %

Anak Perusahaan Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Antilope Madju dan Entitas Anak
Real estat dan perhotelan
Jakarta dan Yogyakarta 60.00 %
PT Bali Nusadewata Village
Penyewaan pusat ritel
Bali 75.00 %
PT Belitung Resor Internasional
Properti
Jakarta 99.99 %
PT Hotel Cikini Realty
Perhotelan dan penyewaan pusat ritel
Jakarta 99.58 %
PT Hotel Investama Realty dan Entitas Anak
Perhotelan
Jakarta 99.97 %
PT Metropolitan Realty International dan Entitas A
Perhotelan
Jakarta 75.00 %
PT Permata Hijau
Real estat
Jakarta 79.80 %
PT Puri Prima Development
Properti
Jakarta 99.99 %
PT Skyline Building
Gedung perkantoran
Jakarta 65.00 %
PT Wynncor Bali
Perhotelan
Bali 90.00 %

Direktur Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Jabatan
Lie Erfurt Chandra Putra Asali Direktur
Fred Perry Martono Direktur
Anton Goenawan Direktur
Bram Van Hoof Direktur
Jefri Darmadi Presiden Direktur

Komisaris Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Jabatan
Lim Merry Komisaris
Purwo Hari Prawiro Presiden Komisaris
Gunawan Tenggarahardja Komisaris
Jerry Hua-Lin Wang Komisaris
Eddy Komisaris

Komite Audit Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Jabatan
Eddy Ketua
Heppy Indrayati Anggota
Budiana Anggota
Eddy Ketua
Heppy Indrayati Anggota
Budiana Anggota

Profil Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Nama Emiten
Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Kode Saham
JSPT
ISIN
ID1000082001
Alamat
Gedung Setiabudi 2, Lt.3a, Ruang 3a01, Jl. H.R. Rasuna Said Jakarta
Email
corp_sec@jsi.co.id
Situs Web
www.jsi.co.id
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Hotel and Tourism
Sektor
Barang Konsumen Non-Primer
Sub Sektor
Jasa Konsumen
Tentang Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, bergerak dalam bisnis perhotelan dan properti di Indonesia. Ini beroperasi melalui Hotel, Real Estate, Penyewaan Ruang Kantor, dan Penyewaan segmen Pusat Ritel. Hotel ini menawarkan layanan kamar dan restoran hotel; menjual tanah dan/atau bangunan, dan satuan rumah susun; dan menyewakan ruang kantor dan pusat ritel. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1975 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Jan Darmadi Investindo.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram