Analisa Fundamental Saham JAWA | Jaya Agra Wattie Tbk



Harga Saham JAWA

137
PER
-9.25
PBV
1.31

Market Cap.

1.8 T
ROA
-5.04
ROE
-14.21

Analisa Fundamental Jaya Agra Wattie Tbk

Analisis Skor

Rasio hutang

Debt Equity Ratio (DER)/Rasio hutang lebih dari 1 (20.56 kali modal).

Tier Saham

Saham tier 3 dengan market cap. kecil (di bawah 1 T)

Net Profit

Perusahaan belum mencetak laba positif selama 3 tahun berturut-turut

Current ratio

Aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas kurang baik. Net Profit Margin (NPM) kurang dari 10% (-39.97%)

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (-14.21%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (1.31).

Earning per Share

Perusahaan belum mencetak Earning per Share (EPS) positif selama 3 tahun berturut-turut

Analisa Teknikal Jaya Agra Wattie Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Buy

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Jaya Agra Wattie Tbk


Laporan Keuangan Jaya Agra Wattie Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Pendapatan
2024 1.070.773.285.000
2023 896.151.775.102
2022 971.541.518.082
2021 843.195.153.685
2020 461.342.540.054
2019 723.317.737.664
2018 745.508.896.455
2017 555.139.580.764
2016 590.138.302.043
2015 658.308.935.085
2014 760.611.299.590
2013 648.515.639.856
2012 681.864.295.451
2011 647.059.462.207
2010 413.432.281.973
2009 369.702.974.669
2008 301.540.862.343

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun EBITDA
2024 -8.581.865.000
2023 55.164.307.730
2022 62.652.178.938
2021 159.656.319.523
2020 14.065.545.959
2019 25.949.512.352
2018 1.108.992.596
2017 32.642.783.677
2016 55.992.672.888
2015 84.045.483.849
2014 153.781.497.989
2013 160.647.336.993
2012 218.255.070.910
2011 279.900.973.997
2010 159.037.495.000
2009 100.513.372.018
2008 92.048.475.673

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Net Profit
2024 -193.042.953.000
2023 -302.478.451.258
2022 -301.812.696.692
2021 -178.278.611.469
2020 -307.643.236.060
2019 -282.699.235.423
2018 -298.472.320.487
2017 -197.335.834.895
2016 -222.525.065.593
2015 -11.820.997.843
2014 50.498.016.195
2013 67.778.244.685
2012 150.489.161.747
2011 181.227.827.053
2010 80.113.700.647
2009 43.497.262.985
2008 27.831.162.742

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 -18,00 %
2023 -34,00 %
2022 -31,00 %
2021 -21,00 %
2020 -67,00 %
2019 -39,00 %
2018 -40,00 %
2017 -36,00 %
2016 -38,00 %
2015 -2,00 %
2014 7,00 %
2013 10,00 %
2012 22,00 %
2011 28,00 %
2010 19,00 %
2009 12,00 %
2008 9,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 -32
2021 -17
2020 -21
2019 -17
2018 -38
2017 -24
2016 -22
2015 -3
2014 -6
2013 3
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Aset
2024 3.867.576.733.000
2023 3.656.226.625.457
2022 3.589.642.467.446
2021 3.566.231.393.023
2020 3.493.727.182.127
2019 3.489.776.816.128
2018 3.442.393.738.873
2017 3.312.481.991.638
2016 3.291.116.891.878
2015 3.368.151.762.269
2014 3.062.490.103.442
2013 2.659.037.365.483
2012 2.240.678.942.227
2011 1.942.441.036.781
2010 1.046.888.776.897
2009 823.242.813.613
2008 655.652.853.917

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 1.358.406.941.000
2023 973.327.156.328
2022 108.773.596.885
2021 212.238.552.244
2020 232.079.070.053
2019 376.413.943.520
2018 658.585.685.534
2017 815.419.653.191
2016 1.022.972.135.164
2015 1.259.718.162.346
2014 1.285.443.663.401
2013 1.241.740.081.106
2012 1.219.108.584.945
2011 1.104.856.403.998
2010 344.825.713.312
2009 264.634.012.665
2008 208.836.749.680

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 140.750.999.000
2023 30.369.545.274
2022 24.953.574.457
2021 26.571.068.978
2020 22.651.310.844
2019 27.089.811.405
2018 19.687.000
2017 12.035.000
2016 85.527.576.555
2015 76.335.144.006
2014 46.234.470.340
2013 41.831.423.273
2012 28.332.124.144
2011 45.367.926.000
2010 20.929.979.253
2009 16.092.229.109
2008 12.603.069.794

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 -896.154.479.663
2013 -727.826.997.032
2012 -797.567.538.180
2011 -33.333.857.416
2010 0
2009 0
2008 0

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Utang
2024 2.153.419.565.000
2023 2.381.678.325.483
2022 2.236.030.686.135
2021 2.456.979.192.635
2020 2.590.079.645.683
2019 2.607.077.281.464
2018 2.303.927.459.279
2017 1.546.219.096.255
2016 1.868.131.219.394
2015 1.810.859.322.600
2014 1.480.808.461.778
2013 1.120.048.178.349
2012 718.879.471.208
2011 649.425.654.657
2010 513.765.916.431
2009 406.260.916.994
2008 319.584.161.980

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 -5.049.801.620
2014 -6.794.433.900
2013 -45.146.748.524
2012 -36.236.980.800
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 70.467.428.000
2023 88.265.307.666
2022 43.130.805.040
2021 34.731.547.601
2020 31.575.223.819
2019 70.422.015.618
2018 66.368.544.740
2017 85.134.065.702
2016 68.802.900.932
2015 347.555.276.659
2014 427.984.870.760
2013 512.570.312.328
2012 577.463.342.402
2011 298.931.696.958
2010 52.906.184.833
2009 35.809.973.735
2008 83.155.125.436

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 -249.538.721.000
2023 -208.869.903.385
2022 -344.943.501.732
2021 -162.870.390.770
2020 -279.122.578.471
2019 -204.619.657.230
2018 -375.683.448.228
2017 -241.250.761.638
2016 -22.690.972.608
2015 -338.276.022.176
2014 -332.599.237.979
2013 -457.376.410.629
2012 -331.157.659.343
2011 -100.126.046.599
2010 61.086.210.953
2009 -35.809.973.735
2008 -11.784.303.469

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 -179.071.293.000
2023 -120.701.872.253
2022 -301.812.696.692
2021 -128.138.843.169
2020 -247.547.354.652
2019 -134.197.641.612
2018 -309.314.903.488
2017 -156.116.695.936
2016 46.111.928.324
2015 9.279.254.483
2014 95.385.632.781
2013 55.193.901.699
2012 246.305.683.059
2011 198.805.650.359
2010 113.992.395.786
2009 87.141.579.000
2008 71.370.821.967

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Dividen
2008 0
2009 0
2010 0
2011 0
2012 9
2013 11
2014 1
2015 1
2016 0
2017 0
2018 0
2019 0
2020 0
2021 0
2022 0
2023 0
2024 0

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Return on Asset
2008 4.24%
2009 5.28%
2010 7.65%
2011 9.42%
2012 6.77%
2013 2.57%
2014 1.66%
2015 -0.35%
2016 -6.8%
2017 -5.99%
2018 -8.72%
2019 -8.14%
2020 -8.85%
2021 -5.02%
2022 -8.45%
2023 -8.31%
2024 -5.04%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Jaya Agra Wattie Tbk
Tahun Return on Equity
2008 13.33%
2009 16.44%
2010 23.23%
2011 16.4%
2012 12.34%
2013 5.46%
2014 3.93%
2015 -0.94%
2016 -21.75%
2017 -24.2%
2018 -45.32%
2019 -75.1%
2020 -132.56%
2021 -84%
2022 -277.47%
2023 -31.08%
2024 -14.21%

Pemegang Saham Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Harli Wijayadi 0 0.00 %
Ryan Nurfitriandy 0 0.00 %
Rohadi 0 0.00 %
Muhadi 0 0.00 %
Connie Teresianti H 0 0.00 %
PT SARANA AGRO INVESTAMA 15,015,345,027 92.50 %
Harijadi Soedarjo 0 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 1,217,606,815 7.50 %

Anak Perusahaan Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Agri Bumi Sentosa (ABS)
Kelapa Sawit dan Karet
Cileles - Lebak Barito Kuala 99.00 %
PT Anugerah Wattindo (AW)
Kelapa Sawit dan Karet
Mekarsari Anjir Pasar Mandiangin 99.68 %
PT Banjoemas Landen (BL)
Karet
Jeruk Legi - Cilacap 99.00 %
PT Bumi Prada (BP)
Karet
Pulau Laut - Kalimantan Selatan 99.98 %
PT Cipanyusuhan (CP)
Karet
Cimarga - Lebak 99.00 %
PT Corah Mas Keputren Estates (CMK)
Karet dan Kopi
Silo - Jember, Panti - Jember 99.01 %
PT Indo Java Rubber Planting Co. (IJR)
Karet
Cipari - Cilacap 99.90 %
PT Kaliduren Estates (KE)
Teh , Kopi dan Karet
Lengkong- Sukabumi 99.00 %
PT Kintap Jaya Wattindo (KJW)
Kelapa Sawit dan Karet
Tanah Laut - Banjarmasin 99.37 %
PT Mulyaningsih (MUL)
Kopi dan Karet
Sukorambi - Jember 99.01 %
PT Perkebunan Biting (PB)
Karet
Kendal - Semarang 99.00 %
PT Perkebunan Kroewoek (PK)
Karet
Bayah - Lebak Banjarmasin 99.00 %

Direktur Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Jabatan
Harijadi Soedarjo Direktur Utama
Harli Wijayadi Direktur
Ryan Nurfitriandy Direktur

Komisaris Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Jabatan
Rohadi Komisaris Utama
Muhadi Komisaris
Connie Teresianti H Komisaris

Komite Audit Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Jabatan

Profil Jaya Agra Wattie Tbk

Nama Emiten
Jaya Agra Wattie Tbk
Kode Saham
JAWA
ISIN
ID1000119001
Alamat
Gedung Graha Dinamika Lantai 2 Jalan Tanah Abang II No 49-51 Jakarta 10160
Email
corsec@jawattie.com
Situs Web
www.jawattie.co.id
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Jasa Pengelolaan dan Perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu
Sektor
Barang Konsumen Primer
Sub Sektor
Makanan & Minuman
Tentang Jaya Agra Wattie Tbk
PT Jaya Agra Wattie Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, bergerak di bidang budidaya, pengolahan, logistik, dan pemasaran produk pertanian di Indonesia dan internasional. Perusahaan beroperasi melalui tiga segmen: Karet, Kelapa Sawit, dan Lainnya. Ini memproduksi dan menjual karet, kopi, teh, minyak sawit, dan produk pertanian lainnya. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited dan berubah nama menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk pada tahun 1987. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1921 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Jaya Agra Wattie Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Sarana Agro Investama.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram