Analisa Fundamental Saham ALKA | Alakasa Industrindo Tbk



Harga Saham ALKA

510
PER
-42.43
PBV
0.87

Market Cap.

183.8 M
ROA
-1.93
ROE
-2.04

Analisa Fundamental Alakasa Industrindo Tbk

Analisis Skor

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0 kali modal).

Current ratio

Aset lancar lebih besar dari liabilitas jangka pendek

Price to Book Value

Undervalued. Price to Book Value (PBV) lebih rendah dari valuasi perusahaan (0.87).

Tier Saham

Saham tier 3 dengan market cap. kecil (di bawah 1 T)

Net Profit

Perusahaan belum mencetak laba positif selama 3 tahun berturut-turut

Net Profit Margin

Profitabilitas kurang baik. Net Profit Margin (NPM) kurang dari 10% (-3.90%)

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (-2.04%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Earning per Share

Perusahaan belum mencetak Earning per Share (EPS) positif selama 3 tahun berturut-turut

Analisa Teknikal Alakasa Industrindo Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Alakasa Industrindo Tbk


Laporan Keuangan Alakasa Industrindo Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Pendapatan
2024 78.893.845.000
2023 1.891.073.803.000
2022 4.131.540.432.000
2021 3.470.466.702.000
2020 2.044.132.602.000
2019 2.218.385.509.000
2018 3.592.798.235.000
2017 1.932.783.905.000
2016 1.151.605.756.000
2015 749.146.492.000
2014 1.230.364.713.000
2013 1.099.620.270.000
2012 836.887.168.000
2011 873.024.320.000
2010 845.070.373.000
2009 760.609.019.000
2008 1.287.962.132.000
2007 1.410.253.635.000
2006 1.699.337.949.000
2005 738.556.992.000
2004 600.895.068.000
2003 337.002.654.000
2002 238.774.000.000
2001 423.442.912.000
2000 292.880.045.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Alakasa Industrindo Tbk
Tahun EBITDA
2024 -2.059.624.000
2023 44.138.385.000
2022 49.622.512.000
2021 18.352.818.000
2020 21.090.542.000
2019 18.606.499.000
2018 34.381.711.000
2017 28.210.021.000
2016 8.428.299.999
2015 8.205.296.000
2014 8.612.018.000
2013 4.630.592.000
2012 8.766.552.000
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Net Profit
2024 -4.331.740.000
2023 41.967.767.000
2022 48.007.050.000
2021 18.812.927.000
2020 7.230.730.000
2019 7.188.641.000
2018 22.949.919.000
2017 15.424.590.000
2016 515.888.000
2015 -1.179.759.000
2014 2.951.805.000
2013 -315.174.000
2012 5.122.929.000
2011 9.969.564.000
2010 4.155.860.000
2009 7.318.324.000
2008 4.524.000
2007 7.285.000
2006 8.317.633.000
2005 4.459.532.000
2004 965.086.000
2003 2.777.205.000
2002 83.602.120.000
2001 0
2000 0

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 -5,00 %
2023 2,00 %
2022 1,00 %
2021 1,00 %
2020 0,00 %
2019 0,00 %
2018 1,00 %
2017 1,00 %
2016 0,00 %
2015 0,00 %
2014 0,00 %
2013 0,00 %
2012 1,00 %
2011 1,00 %
2010 0,00 %
2009 1,00 %
2008 0,00 %
2007 0,00 %
2006 0,00 %
2005 1,00 %
2004 0,00 %
2003 1,00 %
2002 35,00 %
2001 0,00 %
2000 0,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 79
2021 19
2020 0
2019 -23
2018 -15
2017 -22
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Aset
2024 224.245.664.000
2023 339.743.773.000
2022 638.952.801.000
2021 499.393.053.000
2020 418.630.902.000
2019 604.824.614.000
2018 648.968.295.000
2017 305.208.703.000
2016 136.618.855.000
2015 144.628.405.000
2014 245.297.737.000
2013 241.912.806.000
2012 147.882.362.000
2011 258.483.778.000
2010 159.196.107.000
2009 134.685.876.000
2008 158.624.432.000
2007 150.963.890.000
2006 139.557.406.000
2005 46.488.488.000
2004 83.834.329.000
2003 67.646.468.000
2002 33.401.607.000
2001 138.127.429.000
2000 203.560.363.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 212.389.032.000
2023 208.788.901.000
2022 176.187.511.000
2021 125.330.072.000
2020 101.304.351.000
2019 99.669.382.000
2018 96.256.981.000
2017 74.011.174.999
2016 60.991.509.999
2015 61.919.514.000
2014 61.872.439.999
2013 59.546.962.999
2012 54.826.179.000
2011 48.560.434.000
2010 39.007.538.000
2009 34.929.283.000
2008 30.026.581.000
2007 23.211.613.000
2006 15.463.256.000
2005 7.736.734.000
2004 2.919.507.000
2003 1.709.614.000
2002 0
2001 0
2000 0

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 169.497.826.000
2023 7.432.566.000
2022 195.094.404.000
2021 236.458.343.000
2020 219.627.324.000
2019 277.375.760.000
2018 478.422.117.000
2017 154.582.741.000
2016 15.007.989.000
2015 27.848.317.000
2014 163.445.167.000
2013 148.530.055.000
2012 108.877.086.000
2011 201.026.984.000
2010 117.952.842.000
2009 92.554.264.000
2008 121.697.282.000
2007 114.657.465.000
2006 108.358.716.000
2005 14.303.317.000
2004 55.665.654.000
2003 42.534.862.000
2002 5.499.298.000
2001 52.935.819.000
2000 84.732.949.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 439.000.000
2016 439.000.000
2015 439.000.000
2014 0
2013 0
2012 0
2011 735.923.000
2010 771.313.000
2009 775.500.000
2008 767.869.000
2007 3.856.645.000
2006 3.779.210.000
2005 3.221.441.000
2004 1.945.558.000
2003 1.000.000.000
2002 5.023.500.000
2001 2.066.015.000
2000 0

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Utang
2024 120.000.000
2023 120.000.000
2022 154.396.000
2021 300.668.000
2020 199.110.000
2019 114.893.000
2018 2.417.079.000
2017 3.450.960.000
2016 4.596.918.000
2015 2.915.095.000
2014 2.718.619.000
2013 0
2012 3.333.333.000
2011 6.666.667.000
2010 15.102.268.000
2009 18.986.253.000
2008 27.202.073.000
2007 24.543.159.000
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 5.169.700.000

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 -60.000.000
2006 -47.000.000
2005 -35.000.000
2004 -35.000.000
2003 -34.199.000
2002 -300.000.000
2001 0
2000 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 785.486.000
2023 455.443.000
2022 1.334.850.000
2021 1.373.015.000
2020 614.494.000
2019 4.533.150.000
2018 905.726.000
2017 557.353.000
2016 9.720.095.000
2015 3.319.675.000
2014 6.124.363.000
2013 3.127.457.000
2012 1.350.951.000
2011 1.163.227.000
2010 333.189.000
2009 193.981.000
2008 1.018.521.000
2007 1.185.930.000
2006 153.933.000
2005 227.165.000
2004 472.070.000
2003 240.800.000
2002 1.101.479.000
2001 486.514.000
2000 86.518.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 -277.423.279.000
2023 -111.040.554.000
2022 176.379.343.000
2021 65.744.266.000
2020 -107.386.190.000
2019 228.727.849.000
2018 70.721.717.000
2017 -4.235.568.000
2016 2.835.705.000
2015 -6.199.809.000
2014 -24.958.306.000
2013 -3.635.000.000
2012 -6.108.057.000
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 -276.637.793.000
2023 -110.585.111.000
2022 177.714.193.000
2021 67.117.281.000
2020 -106.771.696.000
2019 233.260.999.000
2018 71.627.443.000
2017 -3.678.215.000
2016 12.555.800.000
2015 -2.880.134.000
2014 -18.833.943.000
2013 -507.543.000
2012 -4.757.106.000
2011 27.922.477.000
2010 1.386.712.000
2009 26.200.322.000
2008 0
2007 5.952.441.000
2006 7.015.000
2005 1.633.249.000
2004 199.181.000
2003 562.032.000
2002 6.477.455.000
2001 684.410.000
2000 2.042.166.000

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Dividen
2012 0
2013 0
2014 0
2015 0
2016 0
2017 0
2018 0
2019 0
2020 0
2021 0
2022 0
2023 0
2024 0

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Return on Asset
2012 3.46%
2013 -0.13%
2014 1.2%
2015 -0.82%
2016 0.38%
2017 5.05%
2018 3.54%
2019 1.19%
2020 1.73%
2021 3.77%
2022 7.51%
2023 12.35%
2024 -1.93%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Alakasa Industrindo Tbk
Tahun Return on Equity
2012 9.34%
2013 -0.53%
2014 4.77%
2015 -1.91%
2016 0.85%
2017 20.84%
2018 23.84%
2019 7.21%
2020 7.14%
2021 15.01%
2022 27.25%
2023 20.1%
2024 -2.04%

Pemegang Saham Alakasa Industrindo Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Suryadi Hertanto 20,000 0.00 %
PT. Gesit Perkasa 425,393,555 83.79 %
Masyarakat 8,128,888 1.60 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 13,486,950 2.66 %
Masyarakat Non Warkat 60,635,662 11.94 %

Anak Perusahaan Alakasa Industrindo Tbk

Nama Lokasi Prosentase
Alakasa Company Limited
Perdagangan bahan baku
Hong Kong 100.00 %
Indonesia Alumina Refinery Ltd
Perdagangan bahan baku
Hong Kong 99.00 %
PT Alakasa Alumina Refineri
Perdagangan bahan baku
Indonesia 70.00 %
PT Alakasa Andalan Mitra Sejati
Industri logam
Indonesia 99.00 %
PT Alakasa Extrusindo
Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
Indonesia 99.00 %
PT Alka Niaga Industri
Perdagangan
Indonesia 99.00 %

Direktur Alakasa Industrindo Tbk

Nama Jabatan
Sucipto Tanro Presiden Direktur
Fendra Hartanto Wakil Presiden Direktur
Maradona Parhorasan Manurung Direktur

Komisaris Alakasa Industrindo Tbk

Nama Jabatan
Peng Tjoan Presiden Komisaris
Bambang Rahardja Burhan Wakil Presiden Komisaris
Suryadi Hertanto Komisaris
Antonius Wahyu Djatmiko Komisaris

Komite Audit Alakasa Industrindo Tbk

Nama Jabatan
Antonius Wahyu Djatmiko Ketua

Profil Alakasa Industrindo Tbk

Nama Emiten
Alakasa Industrindo Tbk
Kode Saham
ALKA
ISIN
ID1000076904
Alamat
Jalan Pulo Gadung No. 4 Kawasan Industri Pulogadung Jakarta 13930
Email
corsec@ai.alakasa.co.id
Situs Web
0
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Investment Company
Sektor
Barang Baku
Sub Sektor
Barang Baku
Tentang Alakasa Industrindo Tbk
PT Alakasa Industrindo Tbk, melalui anak perusahaannya, beroperasi di industri aluminium di Indonesia. Perusahaan beroperasi melalui segmen Industri dan Perdagangan Aluminium. Ini terlibat dalam aktivitas ekstrusi aluminium; dan perdagangan bahan baku aluminium. Perusahaan juga mengekspor produknya. PT Alakasa Industrindo Tbk didirikan pada tahun 1972 dan berbasis di Jakarta Timur, Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram