Analisa Fundamental Saham MLBI | Multi Bintang Indonesia Tbk



Harga Saham MLBI

6,350
PER
11.26
PBV
9.77

Market Cap.

12.9 T
ROA
33.19
ROE
86.76

Analisa Fundamental Multi Bintang Indonesia Tbk

Analisis Skor

Net Profit

Perusahaan mencetak laba positif 5 tahun berturut-turut

Earning per Share

Perusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 5 tahun berturut-turut

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0.41 kali modal).

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Current ratio

Aset lancar lebih besar dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (32.88%)

Return on Equity

Profitabilitas baik. Return on Equity (RoE) lebih dari 15% (86.76%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Price to Book Value

Overvalued. Price to Book Value (PBV) lebih dari 1x valuasi perusahaan (9.77).

Analisa Teknikal Multi Bintang Indonesia Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Sell

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Multi Bintang Indonesia Tbk


Kompetitor Multi Bintang Indonesia Tbk

Laporan Keuangan Multi Bintang Indonesia Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Pendapatan
2024 3.383.969.000.000
2023 3.322.282.000.000
2022 3.114.907.000.000
2021 2.473.681.000.000
2020 1.985.009.000.000
2019 3.711.405.000.000
2018 3.649.615.000.000
2017 3.389.736.000.000
2016 3.263.311.000.000
2015 2.696.318.000.000
2014 2.988.501.000.000
2013 2.849.591.200.000
2013 2.666.853.000.000
2012 2.203.069.000.000
2011 1.858.750.000.000
2010 1.790.164.000.000
2009 1.616.264.000.000
2008 1.325.661.000.000
2007 978.600.000.000
2006 891.001.000.000
2005 852.613.000.000
2004 710.911.000.000
2003 562.852.000.000
2002 542.394.026.000
2001 569.920.703.000
2000 508.249.000.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun EBITDA
2024 1.493.497.000.000
2023 1.725.886.000.000
2022 1.518.030.000.000
2021 1.243.189.000.000
2020 752.025.000.000
2019 1.899.115.000.000
2018 1.925.234.000.000
2017 1.798.420.000.000
2016 1.596.019.000.000
2015 737.363.000.000
2014 1.305.386.000.000
2013 1.342.082.400.000
2013 0
2012 935.245.661.880
2011 685.955.000.000
2010 616.288.000.000
2009 513.384.000.000
2008 286.286.000.000
2007 132.969.000.000
2006 115.337.000.000
2005 129.481.000.000
2004 130.375.000.000
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Net Profit
2024 1.141.948.000.000
2023 1.066.178.000.000
2022 924.767.000.000
2021 665.682.000.000
2020 285.666.000.000
2019 1.205.743.000.000
2018 1.224.586.000.000
2017 1.321.795.000.000
2016 981.825.000.000
2015 496.712.000.000
2014 794.708.000.000
2013 936.790.400.000
2013 839.652.000.000
2012 664.368.000.000
2011 507.238.000.000
2010 442.916.000.000
2009 340.458.000.000
2008 222.307.000.000
2007 84.385.000.000
2006 73.581.000.000
2005 87.014.000.000
2004 87.313.000.000
2003 90.222.000.000
2002 85.050.697.000
2001 113.836.185.000
2000 93.723.000.000

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 34,00 %
2023 32,00 %
2022 30,00 %
2021 27,00 %
2020 14,00 %
2019 32,00 %
2018 34,00 %
2017 39,00 %
2016 30,00 %
2015 18,00 %
2014 27,00 %
2013 33,00 %
2013 31,00 %
2012 30,00 %
2011 27,00 %
2010 25,00 %
2009 21,00 %
2008 17,00 %
2007 9,00 %
2006 8,00 %
2005 10,00 %
2004 12,00 %
2003 16,00 %
2002 16,00 %
2001 20,00 %
2000 18,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 151
2021 120
2020 62
2019 212
2018 201
2017 190
2016 143
2015 68
2014 139
2013 157
2013 70
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Aset
2024 3.441.088.000.000
2023 3.407.442.000.000
2022 3.374.502.000.000
2021 2.922.017.000.000
2020 2.907.425.000.000
2019 2.896.950.000.000
2018 2.889.501.000.000
2017 2.510.078.000.000
2016 2.275.038.000.000
2015 2.100.853.000.000
2014 2.231.051.000.000
2013 1.782.148.000.000
2013 1.813.466.000.000
2012 1.152.048.000.000
2011 1.220.813.000.000
2010 1.137.082.000.000
2009 993.465.000.000
2008 941.389.000.000
2007 621.835.000.000
2006 610.437.000.000
2005 575.385.000.000
2004 553.081.000.000
2003 483.004.000.000
2002 475.039.238.000
2001 517.775.314.000
2000 433.606.000.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 1.316.167.000.000
2023 1.390.685.000.000
2022 1.072.657.000.000
2021 1.098.651.000.000
2020 1.432.980.000.000
2019 1.145.532.000.000
2018 1.167.155.000.000
2017 1.064.474.000.000
2016 820.524.000.000
2015 766.269.000.000
2014 553.610.000.000
2013 987.279.000.000
2013 853.254.000.000
2012 329.777.000.000
2011 530.110.000.000
2010 471.221.000.000
2009 105.211.000.000
2008 344.178.000.000
2007 197.723.000.000
2006 198.461.000.000
2005 227.912.000.000
2004 249.535.000.000
2003 268.297.000.000
2002 282.940.799.000
2001 291.925.512.000
2000 215.109.000.000

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 440.965.000.000
2023 598.663.000.000
2022 446.937.000.000
2021 329.199.000.000
2020 336.773.000.000
2019 860.651.000.000
2018 605.643.000.000
2017 572.397.000.000
2016 289.580.000.000
2015 209.771.000.000
2014 382.051.000.000
2013 325.807.000.000
2013 196.712.000.000
2012 168.539.000.000
2011 286.104.000.000
2010 221.236.000.000
2009 94.348.000.000
2008 110.372.000.000
2007 111.694.000.000
2006 101.500.000.000
2005 118.921.000.000
2004 102.445.000.000
2003 65.308.000.000
2002 56.427.581.000
2001 57.971.325.000
2000 44.438.000.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 0
2023 1.434.000.000
2022 101.502.000.000
2021 0
2020 1.858.000.000
2019 0
2018 0
2017 0
2016 100.000.000.000
2015 0
2014 0
2013 0
2013 26.744.000.000
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 54.058.000.000
2003 64.408.000.000
2002 71.844.698.000
2001 109.104.431.000
2000 53.931.000.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0
2015 0
2014 0
2013 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Utang
2024 213.584.000.000
2023 362.395.000.000
2022 416.243.000.000
2021 411.305.000.000
2020 305.463.000.000
2019 350.724.000.000
2018 289.873.000.000
2017 207.108.000.000
2016 304.012.000.000
2015 474.622.000.000
2014 522.651.000.000
2013 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 25.000.000.000
2005 0
2004 0
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 -1.229.961.000.000
2023 -745.328.000.000
2022 -947.443.000.000
2021 -997.122.000.000
2020 -500.000.000
2019 -1.224.323.000.000
2018 -1.121.756.000.000
2017 -1.073.589.000.000
2016 -922.813.000.000
2015 -289.971.000.000
2014 -1.219.895.000.000
2013 -404.422.400.000
2013 -306.059.000.000
2012 -868.414.449.563
2011 -446.940.000.000
2010 -311.431.000.000
2009 -343.040.000.000
2008 -75.582.000.000
2007 -84.837.000.000
2006 -102.405.000.000
2005 -108.674.000.000
2004 -90.585.000.000
2003 -104.621.000.000
2002 -111.232.664.000
2001 -17.272.224.000
2000 -125.865.000.000

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 221.029.000.000
2023 251.884.000.000
2022 318.737.000.000
2021 252.366.000.000
2020 255.406.000.000
2019 322.284.000.000
2018 275.980.000.000
2017 339.723.000.000
2016 169.930.000.000
2015 181.257.000.000
2014 444.357.000.000
2013 389.935.200.000
2013 338.722.000.000
2012 254.285.269.762
2011 183.998.000.000
2010 139.487.000.000
2009 128.171.000.000
2008 112.799.000.000
2007 79.161.000.000
2006 113.433.000.000
2005 133.050.000.000
2004 74.314.000.000
2003 33.797.000.000
2002 16.817.651.000
2001 59.842.576.000
2000 39.583.000.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 1.640.554.000.000
2023 766.978.000.000
2022 624.908.000.000
2021 915.639.000.000
2020 617.243.000.000
2019 1.012.240.000.000
2018 -265.699.000.000
2017 -331.552.000.000
2016 -162.804.000.000
2015 -170.783.000.000
2014 -434.679.000.000
2013 554.904.000.000
2013 0
2012 465.527.883.618
2011 487.757.000.000
2010 180.569.000.000
2009 398.809.000.000
2008 302.414.000.000
2007 148.110.000.000
2006 53.309.000.000
2005 11.475.000.000
2004 75.796.000.000
2003 0
2002 0
2001 0
2000 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 1.861.583.000.000
2023 1.018.862.000.000
2022 1.490.060.000.000
2021 1.168.005.000.000
2020 872.649.000.000
2019 1.334.524.000.000
2018 10.281.000.000
2017 8.171.000.000
2016 7.126.000.000
2015 10.474.000.000
2014 9.678.000.000
2013 944.839.200.000
2013 1.086.346.000.000
2012 719.813.153.380
2011 671.755.000.000
2010 320.056.000.000
2009 526.980.000.000
2008 415.213.000.000
2007 227.271.000.000
2006 166.742.000.000
2005 144.525.000.000
2004 150.110.000.000
2003 109.629.000.000
2002 103.564.970.000
2001 79.389.558.000
2000 128.199.000.000

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Dividen
2004 4,282
2005 5,156
2006 4,890
2007 4,040
2008 3,600
2009 27,500
2010 3,650
2011 21,279
2012 31,024
2013 24,066
2014 46,195
2015 138
2016 439
2017 511
2018 534
2019 583
2020 0
2021 475
2022 451
2023 355
2024 396

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Return on Asset
2004 15.79%
2005 15.12%
2006 12.05%
2007 13.79%
2008 23.75%
2009 34.3%
2010 38.95%
2011 41.55%
2012 57.67%
2013 52.57%
2014 35.62%
2015 22.77%
2016 43.16%
2017 52.66%
2018 42.38%
2019 41.62%
2020 9.83%
2021 22.78%
2022 27.4%
2023 31.29%
2024 33.19%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Multi Bintang Indonesia Tbk
Tahun Return on Equity
2004 34.99%
2005 38.18%
2006 37.08%
2007 42.68%
2008 64.59%
2009 323.6%
2010 93.99%
2011 95.69%
2012 201.46%
2013 94.89%
2014 143.55%
2015 64.82%
2016 119.66%
2017 124.17%
2018 104.92%
2019 105.26%
2020 19.94%
2021 60.59%
2022 86.21%
2023 76.67%
2024 86.76%

Pemegang Saham Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Jumlah Prosentase
HEINEKEN INTERNATIONAL B.V. 1,881,951,000 89.32 %
N/A 0 0.00 %
N/A 0 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 23,631,300 1.12 %
Masyarakat Non Warkat 201,417,700 9.56 %

Anak Perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Multi Bintang Indonesia Niaga
Distributor
Talavera Office Park Lantai 20, Jl.Let.Jend. TB Simatupang Kav 22-26, Jakarta 12430 99.90 %
PT Tirta Prima Indonesia
Industri Minuman Ringan
Talavera Office Park Lantai 20, Jl.Let.Jend. TB Simatupang Kav 22-26, Jakarta 12430 99.90 %

Direktur Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Roland Bala Presiden Direktur
Stephanie Yolande Peregrin Direktur
Jemmy Cahyono Direktur
Putu Norma Astyari, S.E., M.A. Direktur
Fajar Muharisa Suryo Saputro Direktur
Drs.Bambang Chriswanto Direktur

Komisaris Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Maurits Daniel Rudolf Lalisang Presiden Komisaris
Uday Shankar Sinha Komisaris
Charl Marais Komisaris
Clayton Allen Wenas Komisaris
Jose Rolando Saenz Dominguez Komisaris

Komite Audit Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Jabatan
Clayton Allen Wenas Ketua
Franky Jamin Anggota
Setiawan Kriswanto Anggota

Profil Multi Bintang Indonesia Tbk

Nama Emiten
Multi Bintang Indonesia Tbk
Kode Saham
MLBI
ISIN
ID1000132806
Alamat
Jl. Daan Mogot Km.19 Tangerang 15122
Email
eka_lesdiana@multibintang.co.id
Situs Web
-
Papan Pencatatan
Utama
Bidang Usaha Utama
Industri air minum dalam kemasan
Sektor
Barang Konsumen Primer
Sub Sektor
Makanan & Minuman
Tentang Multi Bintang Indonesia Tbk
PT Multi Bintang Indonesia Tbk memproduksi dan memasarkan minuman beralkohol dan non-alkohol di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan bir, soda, minuman ringan berkarbonasi, dan cider dengan merek Heineken, Bintang, Bintang Radler, Strongbow, Bintang Zero, Bintang Crystal, Fayrouz, dan Green Sands. Ia juga mengekspor produknya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1929 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Multi Bintang Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan dari Heineken International B.V.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram