Analisa Fundamental Saham PJAA | Pembangunan Jaya Ancol Tbk



Harga Saham PJAA

458
PER
5.04
PBV
0.52

Market Cap.

896 M
ROA
4.98
ROE
10.37

Analisa Fundamental Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Analisis Skor

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0.79 kali modal).

Tier Saham

Saham tier 2 dengan market cap. menengah (di atas 1 T)

Net Profit

Perusahaan mencetak laba positif 3 tahun berturut-turut

Current ratio

Aset lancar lebih besar dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas baik. Net Profit Margin (NPM) lebih dari 10% (14.99%)

Price to Book Value

Undervalued. Price to Book Value (PBV) lebih rendah dari valuasi perusahaan (0.52).

Earning per Share

Perusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 3 tahun berturut-turut

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (10.37%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Analisa Teknikal Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Buy

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Sell

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham Pembangunan Jaya Ancol Tbk


Kompetitor Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Laporan Keuangan Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Pendapatan
2024 1.260.221.000.000
2023 1.273.834.000.000
2022 957.879.000.000
2021 389.342.000.000
2020 414.179.668.000
2019 1.358.598.226.000
2018 1.283.885.459.736
2017 1.240.030.154.039
2016 1.283.534.956.671
2015 1.131.489.537.123
2014 1.101.364.125.686
2013 1.241.637.263.489
2012 1.053.738.348.352
2011 932.949.889.202
2010 921.926.345.518
2009 898.321.610.420
2008 854.372.254.000
2007 763.086.268.000
2006 693.140.686.000
2005 617.880.605.000
2004 542.815.050.000
2003 434.420.807.000

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun EBITDA
2024 352.618.000.000
2023 578.956.000.000
2022 385.696.000.000
2021 -23.159.000.000
2020 -284.971.000.000
2019 510.657.726.000
2018 423.779.839.317
2017 543.594.977.559
2016 414.335.339.456
2015 414.741.988.645
2014 325.195.263.157
2013 297.247.465.113
2012 251.399.414.886
2011 225.143.182.030
2010 294.035.901.244
2009 289.514.584.242
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Net Profit
2024 177.791.000.000
2023 235.173.000.000
2022 154.228.000.000
2021 -276.381.000.000
2020 -393.866.134.000
2019 230.424.444.000
2018 223.385.183.400
2017 220.218.637.478
2016 130.824.605.046
2015 290.860.571.657
2014 235.159.547.338
2013 192.190.342.239
2012 178.151.312.381
2011 161.921.033.108
2010 141.757.611.224
2009 137.389.481.212
2008 132.233.085.000
2007 140.867.118.000
2006 126.213.446.000
2005 124.501.552.000
2004 110.608.661.000
2003 105.197.247.000

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 14,00 %
2023 18,00 %
2022 16,00 %
2021 -71,00 %
2020 -95,00 %
2019 17,00 %
2018 17,00 %
2017 18,00 %
2016 10,00 %
2015 26,00 %
2014 21,00 %
2013 15,00 %
2012 17,00 %
2011 17,00 %
2010 15,00 %
2009 15,00 %
2008 15,00 %
2007 18,00 %
2006 18,00 %
2005 20,00 %
2004 20,00 %
2003 24,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 47
2021 -51
2020 -87
2019 47
2018 38
2017 38
2016 10
2015 89
2014 89
2013 62
2012 45
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Aset
2024 3.591.729.000.000
2023 3.743.420.000.000
2022 3.892.784.000.000
2021 4.424.075.000.000
2020 4.042.618.820.057
2019 4.095.914.945.000
2018 4.361.394.289.871
2017 3.748.269.800.320
2016 3.768.551.035.234
2015 3.130.177.111.064
2014 2.907.017.296.803
2013 2.627.075.992.774
2012 2.388.263.279.045
2011 1.737.031.906.784
2010 1.569.188.387.540
2009 1.529.437.482.328
2008 1.331.291.537.000
2007 1.277.132.577.000
2006 954.271.118.000
2005 905.995.826.000
2004 772.210.203.000
2003 571.873.970.000

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Modal (Equity)
2024 1.714.300.000.000
2023 1.647.160.000.000
2022 1.545.966.000.000
2021 1.476.256.000.000
2020 1.740.997.753.197
2019 2.128.762.009.000
2018 1.992.662.047.806
2017 1.856.241.255.901
2016 1.698.487.733.696
2015 1.682.007.695.077
2014 1.518.569.898.842
2013 1.368.850.351.398
2012 1.255.860.009.059
2011 1.140.632.371.546
2010 1.045.111.338.355
2009 967.353.727.049
2008 883.477.746.000
2007 813.820.611.000
2006 723.343.936.000
2005 645.935.107.000
2004 561.711.556.000
2003 397.893.662.000

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Piutang (Receivables)
2024 46.882.000.000
2023 88.314.000.000
2022 40.897.000.000
2021 49.378.000.000
2020 76.598.035.371
2019 127.236.030.000
2018 114.212.000.000
2017 122.146.883.547
2016 125.424.540.643
2015 142.285.392.850
2014 150.048.103.773
2013 227.613.437.744
2012 137.790.319.004
2011 148.242.549.000
2010 248.043.330.136
2009 209.111.888.000
2008 228.933.074.000
2007 233.230.015.000
2006 169.987.637.000
2005 147.493.331.000
2004 76.180.033.000
2003 108.305.667.000

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 2.500.000.000
2023 2.573.000.000
2022 2.560.000.000
2021 -497.828.000.000
2020 1.000.000.000
2019 -578.365.153.493
2018 -626.987.423.259
2017 -609.158.365.833
2016 687.677.393.570
2015 0
2014 -558.427.370.846
2013 -477.021.713.421
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 39.753.500.000
2007 21.009.450.000
2006 5.929.075.000
2005 25.741.620.000
2004 25.000.000.000
2003 6.771.093.000

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 695.848.896.102
2017 700.365.897.875
2016 675.263.555.129
2015 389.213.027.526
2014 0
2013 0
2012 0
2011 0
2010 0
2009 0
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Utang
2024 815.072.000.000
2023 876.022.000.000
2022 1.118.541.000.000
2021 1.632.738.000.000
2020 1.008.557.438.075
2019 966.905.322.783
2018 1.296.447.556.641
2017 791.753.672.399
2016 935.384.613.901
2015 428.611.230.780
2014 461.600.820.133
2013 493.122.756.167
2012 496.479.682.000
2011 169.866.109.303
2010 119.593.648.000
2009 199.173.098.884
2008 198.596.698.000
2007 198.018.713.000
2006 50.321.204.000
2005 5.416.345.000
2004 11.885.000.000
2003 6.032.602.000

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Pembayaran Dividen
2024 -51.200.000.000
2023 -46.400.000.000
2022 0
2021 -2.880.000.000
2020 0
2019 -84.800.000.000
2018 -83.199.999.896
2017 -49.599.999.938
2016 -110.399.999.863
2015 -103.999.999.870
2014 -85.439.999.893
2013 -79.199.999.901
2012 -71.999.999.910
2011 -66.399.999.917
2010 -63.999.999.918
2009 -59.759.999.925
2008 -56.320.000.000
2007 -50.399.893.000
2006 -48.804.618.000
2005 -40.278.000.000
2004 -23.500.000.000
2003 -19.420.214.000

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 186.449.000.000
2023 139.815.000.000
2022 118.988.000.000
2021 38.354.000.000
2020 159.071.899.000
2019 397.657.249.000
2018 361.906.009.135
2017 261.094.223.005
2016 278.868.075.497
2015 235.744.904.787
2014 157.620.043.868
2013 287.229.615.590
2012 321.419.541.881
2011 248.795.620.960
2010 209.043.597.640
2009 90.370.649.804
2008 98.392.578.000
2007 59.091.521.000
2006 80.505.897.000
2005 92.901.281.000
2004 31.807.374.000
2003 69.245.131.000

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 -16.356.000.000
2023 200.802.000.000
2022 41.636.000.000
2021 -114.160.000.000
2020 -184.365.893.000
2019 -99.279.971.000
2018 -135.950.761.841
2017 -36.685.155.636
2016 255.689.721.923
2015 90.485.412.769
2014 236.456.059.382
2013 -54.380.215.907
2012 -14.649.530.782
2011 161.908.339.165
2010 146.924.438.968
2009 195.382.986.987
2008 0
2007 0
2006 0
2005 0
2004 0
2003 0

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Operating Cashflow
2024 170.093.000.000
2023 340.617.000.000
2022 313.692.000.000
2021 -75.806.000.000
2020 -25.293.994.000
2019 298.377.279.000
2018 225.955.247.294
2017 224.409.067.369
2016 534.557.797.420
2015 326.230.317.556
2014 394.076.103.250
2013 232.849.399.683
2012 306.770.011.099
2011 410.703.960.125
2010 355.968.036.608
2009 285.753.636.791
2008 288.245.809.000
2007 186.086.398.000
2006 132.357.704.000
2005 109.618.391.000
2004 132.693.873.000
2003 11.647.527.000

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Dividen
2009 37
2010 40
2011 41
2012 45
2013 49
2014 53
2015 65
2016 69
2017 31
2018 52
2019 53
2020 0
2021 0
2022 0
2023 29
2024 32

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Return on Asset
2009 8.98%
2010 9.03%
2011 9.32%
2012 6.99%
2013 7.37%
2014 8.13%
2015 9.33%
2016 3.48%
2017 5.9%
2018 5.14%
2019 5.65%
2020 -9.77%
2021 -6.26%
2022 3.97%
2023 6.32%
2024 4.98%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tahun Return on Equity
2009 14.2%
2010 13.56%
2011 14.2%
2012 14.19%
2013 14.04%
2014 15.49%
2015 17.29%
2016 7.7%
2017 11.86%
2018 11.21%
2019 10.82%
2020 -22.62%
2021 -18.72%
2022 9.98%
2023 14.28%
2024 10.37%

Pemegang Saham Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Jumlah Prosentase
Pemerintah Daerah DKI Jakarta 1,151,999,999 72.00 %
PT Pembangunan Jaya 288,099,999 18.01 %
Cahyo Satriyo Prakoso 25,000 0.00 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 159,875,000 9.99 %

Anak Perusahaan Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Lokasi Prosentase
PT Genggam Anugerah Lumbung Kuliner
Jasa Konsultan
Jakarta 100.00 %
PT Jaya Ancol
Pariwisata
Jakarta 100.00 %
PT Jaya Ancol Pratama Tol
Pemb Tol & Jasa
Jakarta 60.00 %
PT Sarana Tirta Utama
Jasa, Penjernihan air bersih, limbah , penyaluran air bersih, & pendistribusian air bersih
Jakarta 65.00 %
PT Seabreez Indonesia
Pariwisata, Perdagangan & Jasa
Jakarta 98.13 %
PT Taman Impian
Parawisata
Jakarta 100.00 %
PT Taman Impian Jaya Ancol
Pariwisata
Jakarta 99.99 %

Direktur Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Jabatan
Winarto Direktur Utama
RM. Cahyo Satriyo Prakoso Direktur
Daniel Nainggolan Direktur
Eddy Prastiyo Direktur

Komisaris Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Jabatan
Irfan Setiaputra Komisaris Utama
Sutiyoso Komisaris
Lies Hartono Komisaris

Komite Audit Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Jabatan
Irfan Setiaputra Ketua
Teti Eko Pratiwi Anggota
Loso Judijanto Anggota
Buntoro Anggota

Profil Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Nama Emiten
Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Kode Saham
PJAA
ISIN
ID1000103807
Alamat
Ecovention Building-Ecopark Jl Lodan Timur No.7 Taman Impian Jaya Ancol Jakarta 14430
Email
investor@ancol.com
Situs Web
www.ancol.com
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Pengembang Kawasan Properti Komersial
Sektor
Barang Konsumen Non-Primer
Sub Sektor
Jasa Konsumen
Tentang Pembangunan Jaya Ancol Tbk
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersama anak perusahaannya mengelola kawasan wisata, travel show, dan penginapan di Indonesia. Ini beroperasi melalui tiga segmen: Pariwisata; Perumahan; dan Perdagangan dan Jasa. Perusahaan mengelola gerbang masuk, taman rekreasi dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan binatang, dan fasilitas penginapan, serta bergerak dalam kegiatan penjualan merchandise. Perusahaan ini juga mengembangkan, menjual, dan menyewakan berbagai properti real estat. Selain itu, perusahaan terlibat dalam kegiatan perdagangan cinderamata, transportasi laut, dan pengelolaan restoran; pemurnian, pengelolaan, drainase, penyediaan, dan distribusi air bersih; dan penyediaan konstruksi dan layanan jalan raya, dan layanan konsultasi. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk didirikan pada tahun 1966 dan berkantor pusat di Jakarta Utara, Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram