Analisa Fundamental Saham ITIC | PT Indonesian Tobacco Tbk.



Harga Saham ITIC

202
PER
10.98
PBV
0.54

Market Cap.

233.3 M
ROA
3.33
ROE
4.9

Analisa Fundamental PT Indonesian Tobacco Tbk.

Analisis Skor

Net Profit

Perusahaan mencetak laba positif 5 tahun berturut-turut

Earning per Share

Perusahaan mencetak Earning per Share (EPS) positif 5 tahun berturut-turut

Rasio hutang

DER/Rasio hutang kurang dari 1 (0.42 kali modal).

Price to Book Value

Undervalued. Price to Book Value (PBV) lebih rendah dari valuasi perusahaan (0.54).

Tier Saham

Saham tier 3 dengan market cap. kecil (di bawah 1 T)

Current ratio

Aset lancar lebih kecil dari liabilitas jangka pendek

Net Profit Margin

Profitabilitas kurang baik. Net Profit Margin (NPM) kurang dari 10% (4.06%)

Return on Equity

Profitabilitas kurang baik. Return on Equity (RoE) kurang dari 15% (4.9%)

Buffet's Intrinsic Value

Perusahaan belum melaporkan laporan keuangan terbaru

Analisa Teknikal PT Indonesian Tobacco Tbk.

Metode Rekomendasi

MACD

Untuk swing trade jangka menengah
Buy

Stochastic

Untuk scalping jangka pendek
Neutral

Bollinger Bands

Untuk swing trade jangka menengah
Neutral

Harga Saham PT Indonesian Tobacco Tbk.


Laporan Keuangan PT Indonesian Tobacco Tbk.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Laporan ini membantu investor untuk memahami seberapa baik atau buruk kinerja keuangan perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut menghasilkan laba atau mengalami kerugian, serta sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran utama yang mempengaruhi hasil keuangan perusahaan.

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum memperhitungkan biaya produksi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah indikator penting untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kinerja keuangan perusahaan serta memberikan gambaran kepada investor tentang keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari bisnis intinya.


Pendapatan PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Pendapatan
2024 290.676.287.000
2023 272.584.582.000
2022 249.851.137.000
2021 214.246.923.000
2020 197.414.155.000
2019 166.565.482.000
2018 134.518.467.847
2017 113.376.514.168
2016 82.016.907.402

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) adalah ukuran kinerja keuangan yang mencerminkan pendapatan operasional perusahaan sebelum memperhitungkan pengaruh bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi. EBITDA membantu investor dalam mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan tanpa memperhitungkan faktor non-operasional.


EBITDA PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun EBITDA
2024 51.959.328.000
2023 56.082.992.000
2022 57.211.852.000
2021 52.794.214.000
2020 40.301.058.000
2019 25.062.854.000
2018 27.854.325.907
2017 28.223.333.020
2016 15.784.517.304

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.


Net Profit PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Net Profit
2024 21.241.244.000
2023 26.963.627.000
2022 23.952.323.000
2021 18.368.617.000
2020 6.120.040.000
2019 -7.000.146.000
2018 8.248.975.130
2017 8.671.868.931
2016 -1.482.772.199

Net profit margin (NPM) adalah prosentase laba bersih yang diperoleh perusahaan dari pendapatan setelah mengurangi semua biaya. NPM menggambarkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari pendapatan. Semakin tinggi prosentasenya semakin baik profitabilitas perusahaan.


Net Profit Margin (NPM) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Net Profit Margin (NPM)
2024 7,00 %
2023 10,00 %
2022 10,00 %
2021 9,00 %
2020 3,00 %
2019 -4,00 %
2018 6,00 %
2017 8,00 %
2016 -2,00 %

Earning per Share adalah keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham biasa yang beredar. Earnings Per Share merupakan sebuah indikator untuk menilai tingkat profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi nilai EPS semakin baik perusahaan tersebut dalam menghasilkan laba per lembar sahamnya.


Earning per Share (EPS) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Earning per Share (EPS)
2024 0
2023 0
2022 4
2021 2
2020 -7
2019 -8
2018 0
2017 0
2016 0

Neraca Keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang memberikan ringkasan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Neraca keuangan ini membantu investor dalam memahami nilai total aset yang dimiliki perusahaan, jumlah kewajiban yang harus dibayar, serta jumlah ekuitas yang dimiliki pemilik perusahaan. Dengan mempelajari neraca keuangan, investor dapat mengevaluasi stabilitas keuangan perusahaan dan melihat sejauh mana perusahaan menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.


Aset PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Aset
2024 637.383.121.000
2023 560.353.326.000
2022 553.207.312.000
2021 526.704.173.503
2020 505.077.169.000
2019 447.811.735.000
2018 355.678.936.669
2017 161.111.269.715
2016 166.316.378.290

Modal (equity) dalam konteks keuangan merujuk pada bagian kepemilikan atau klaim pemilik terhadap aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Dalam istilah sederhana, modal adalah jumlah investasi atau kontribusi pemilik perusahaan yang dapat berupa uang tunai, aset, atau laba yang ditahan. Bagi investor, modal merupakan ukuran penting untuk mengevaluasi sejauh mana pemilik perusahaan memiliki kepentingan dan tanggung jawab terhadap kinerja dan hasil perusahaan.


Modal (Equity) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Modal (Equity)
2024 433.296.166.000
2023 397.931.211.000
2022 364.321.203.000
2021 324.679.509.187
2020 279.826.257.000
2019 266.150.318.000
2018 206.017.388.562
2017 16.511.600.243
2016 8.667.185.375

Piutang adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang telah disediakan. Piutang dapat menjadi aset yang penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan serta kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang cukup.


Piutang (Receivables) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Piutang (Receivables)
2024 12.694.407.000
2023 8.119.918.000
2022 6.329.897.000
2021 14.844.577.500
2020 5.133.382.000
2019 2.275.945.000
2018 2.078.181.214
2017 3.234.568.602
2016 2.809.576.047

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi dengan jangka waktu singkat (biasanya kurang dari satu tahun) bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat dan risiko yang rendah.


Investasi Jangka Pendek PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Investasi Jangka Pendek
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0

Investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk jangka waktu yang lama (biasanya lebih dari satu tahun) bertujuan untuk mencapai pertumbuhan nilai investasi yang signifikan dalam jangka panjang. Investasi ini fokus diberikan pada aspek seperti kenaikan harga saham, dividen, atau pertumbuhan nilai aset.


Investasi Jangka Panjang PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Investasi Jangka Panjang
2024 0
2023 0
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0

Debt/utang adalah sejumlah uang yang dipinjam oleh perusahaan dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan membayar bunga. Investor perlu memperhatikan tingkat utang suatu perusahaan dan kemampuannya untuk membayar kembali utang tersebut.


Utang PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Utang
2024 160.139.859.630
2023 119.780.281.730
2022 150.874.106.280
2021 163.689.296.186
2020 181.648.761.940
2019 129.264.572.530
2018 104.303.260.388
2017 92.168.078.775
2016 94.543.010.648

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Investor dapat mempelajari laporan ini untuk melihat bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan uang tunai untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.

Pembayaran dividen adalah pembagian sebagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen biasanya dibayarkan secara tunai atau dalam bentuk saham tambahan, dan menjadi salah satu cara bagi investor untuk mendapatkan pengembalian investasi dari perusahaan di mana mereka memiliki saham.


Pembayaran Dividen PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Pembayaran Dividen
2024 -4.703.600.000
2023 -4.703.600.000
2022 0
2021 0
2020 0
2019 0
2018 0
2017 0
2016 0

Capital expenditure adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli atau meningkatkan aset jangka panjang seperti tanah, bangunan, atau peralatan. Investor perlu capex untuk mengevaluasi pertumbuhan dan nilai jangka panjang perusahaan.


Capital Expenditure (CAPEX) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Capital Expenditure (CAPEX)
2024 2.854.698.000
2023 15.094.517.000
2022 983.975.000
2021 4.732.549.000
2020 4.662.203.000
2019 34.104.268.000
2018 4.060.443.700
2017 374.860.500
2016 2.025.740.135

Free cash flow adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan mengeluarkan biaya operasional dan investasi modal yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan bisnisnya. FCF merupakan indikator penting bagi investor karena mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai yang digunakan untuk membayar dividen, mengurangi utang, atau melakukan investasi tambahan.


Free Cashflow (FCF) PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Free Cashflow (FCF)
2024 -29.771.621.000
2023 52.897.013.000
2022 15.319.900.000
2021 22.789.925.000
2020 -46.443.970.000
2019 -89.974.549.000
2018 -9.253.234.574
2017 2.317.609.604
2016 -5.004.317.969

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan atau digunakan oleh perusahaan dari kegiatan operasional utamanya, seperti penjualan produk atau jasa. Operating cashflow penting bagi investor karena angka ini menunjukkan keberlanjutan dan kesehatan keuangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Operating Cashflow PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Operating Cashflow
2024 -26.916.923.000
2023 67.991.530.000
2022 16.303.875.000
2021 27.522.474.000
2020 -41.781.767.000
2019 -55.870.280.000
2018 -5.192.790.874
2017 2.692.470.104
2016 -2.978.577.834

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi perusahaan dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).


Dividen PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Dividen
2016 0
2017 0
2018 0
2019 0
2020 0
2021 0
2022 0
2023 5
2024 5

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah perbandingan angka-angka keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

Return On Assets (ROA) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. ROA yang positif menunjukkan bahwa dari total aset yang dimiliki, perusahaan mampu menghasilkan laba. Semakin besar nilai ROA berarti semakin efektif perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki, dan sebaliknya. ROA yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian.


Return on Asset PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Return on Asset
2016 -0.89%
2017 5.38%
2018 2.32%
2019 -1.56%
2020 1.21%
2021 3.49%
2022 4.33%
2023 4.81%
2024 3.33%

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE berguna untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Nilai ROE yang semakin besar menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu mengelola modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba.


Return on Equity PT Indonesian Tobacco Tbk.
Tahun Return on Equity
2016 -17.11%
2017 52.52%
2018 4%
2019 -2.63%
2020 2.19%
2021 5.66%
2022 6.57%
2023 6.78%
2024 4.9%

Pemegang Saham PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Jumlah Prosentase
PT Anugerah Investindo Nusantara 66,000,000 7.02 %
Djonny Saksono 642,393,200 68.29 %
Pengendali Saham 0 0.00 %
Non Pengendali Saham 0 0.00 %
Saham Treasury 0 0.00 %
Masyarakat Warkat 0 0.00 %
Masyarakat Non Warkat 232,326,800 24.69 %

Anak Perusahaan PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Lokasi Prosentase

Direktur PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Jabatan
Djonny Saksono Direktur Utama
Andre Martinus Direktur

Komisaris PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Jabatan
Shirley Suwantinna Komisaris Utama
Drs. Suprihadi, MSA., Ak., MSA.Ap., CPA., CA., CTA Komisaris

Komite Audit PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Jabatan
Drs. Suprihadi, MSA., Ak., MSA.Ap., CPA., CA., CTA Ketua
Andi Sudhana, S.E., M.M., Ak., CA., CRMP., CSRS., CSRA Anggota
Prof. Dr. Erwin Saraswati., Ak., CPMA., CSRA., ASCA Anggota

Profil PT Indonesian Tobacco Tbk.

Nama Emiten
PT Indonesian Tobacco Tbk.
Kode Saham
ITIC
ISIN
ID1000149404
Alamat
Jalan Letjen S. Parman Nomor 92 Malang 65122, Jawa Timur - Indonesia
Email
office@indonesiantobacco.com
Situs Web
www.indonesiantobacco.com
Papan Pencatatan
Pengembangan
Bidang Usaha Utama
Industri Pengolahan Tembakau Iris
Sektor
Barang Konsumen Primer
Sub Sektor
Rokok
Tentang PT Indonesian Tobacco Tbk.
PT Indonesian Tobacco Tbk memproduksi dan menjual rokok dan tembakau di Indonesia. Ini mengolah daun tembakau menjadi produk jadi dalam bentuk tembakau linting sendiri atau shags tembakau. Perusahaan juga mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, dan Jepang. PT Indonesian Tobacco Tbk didirikan pada tahun 1955 dan berkantor pusat di Malang, Indonesia.

LinkedIn
WhatsApp
Telegram