Adu Saham Gunawan Dianjaya Steel Tbk VS Pelat Timah Nusantara Tbk


Harga Saham GDST VS NIKL

0
GDST
0
NIKL

Profil Singkat GDST VS NIKL

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk memproduksi dan menjual pelat baja canai panas di Indonesia. Ini menawarkan pelat baja untuk penggunaan umum, seperti pelat baja struktural karbon rendah dan pelat baja struktural paduan rendah kekuatan tinggi; pelat baja untuk boiler dan bejana tekan; dan pelat baja untuk pembangunan kapal, termasuk baja ringan dan baja tarik tinggi. Perusahaan juga mengekspor produknya. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk didirikan pada tahun 1989 dan berkantor pusat di Surabaya, Indonesia.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk beroperasi sebagai produsen tinplate di Indonesia. Menawarkan produk tinplate dalam bentuk gulungan dan lembaran. Ia juga mengekspor produknya ke luar negeri. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1982 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.


Net Profit GDST VS NIKL

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.

Gunawan Dianjaya Steel Tbk

Tahun Net Profit
2020 -77,845,328,805
2021 -63,711,545,268
2022 273,673,913,875
2023 212,988,116,470
2024 53,174,894,296

Pelat Timah Nusantara Tbk

Tahun Net Profit
2020 48,455,158,679
2021 104,516,545,621
2022 127,056,915,286
2023 -65,365,298,242
2024 -204,328,795,520

Gunawan Dianjaya Steel Tbk baru memperoleh laba positif selama 3 tahun terakhir sedangkan Pelat Timah Nusantara Tbk belum membukukan laba positif selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir net profit Gunawan Dianjaya Steel Tbk 0% lebih tinggi dibanding Pelat Timah Nusantara Tbk.

Aset GDST VS NIKL

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.

Gunawan Dianjaya Steel Tbk

Tahun Aset
2020 1,588,136,471,649
2021 1,583,979,016,422
2022 2,106,446,579,086
2023 2,228,129,147,603
2024 2,689,422,819,525

Pelat Timah Nusantara Tbk

Tahun Aset
2020 2,351,828,900,316
2021 3,347,089,381,418
2022 3,500,779,406,856
2023 2,421,224,223,659
2024 1,998,575,254,285

Gunawan Dianjaya Steel Tbk berhasil menumbuhkan asetnya selama 3 tahun terakhir sedangkan Pelat Timah Nusantara Tbk mengalami pertumbuhan aset selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir aset Gunawan Dianjaya Steel Tbk 35% lebih tinggi dibanding Pelat Timah Nusantara Tbk.