Adu Saham Alkindo Naratama Tbk VS Kedawung Setia Industrial Tbk


Harga Saham ALDO VS KDSI

710
ALDO
442
KDSI

Profil Singkat ALDO VS KDSI

PT Alkindo Naratama Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, memproduksi dan menjual berbagai produk kertas konversi di Indonesia. Ini beroperasi dalam dua segmen, Kertas dan Kimia. Segmen Kertas menawarkan produk inti kertas, seperti inti standar untuk film kemasan, stretch film, dan industri pabrik kertas; inti kertas putih yang cocok untuk film polipropilen, film polietilen, kertas berlapis, dan kertas tisu; inti mulus khusus untuk menjaga kualitas permukaan dan karakteristik barang; dan prime coating core yang digunakan untuk meminimalkan bentuk garis pada material premium untuk komposisi industri paper film, PP film, PVC, BOPP, polyester, dan foil. Segmen ini juga menyediakan tabung kertas yang dirancang untuk penggulungan benang yang optimal; kotak kertas untuk kemasan food grade; kantong kertas sebagai pengganti kantong plastik; inti furnitur sarang lebah, papan grafis, papan/spasi tekstil, bantalan lubang, lapisan papan, dan papan pajangan dengan nama HEXCELL; dan pelindung tepi, serta papan inti, kraftliner, greyboard, dan dupleks. Segmen Kimia memproduksi polimer berbasis air; dan mendistribusikan bahan kimia tekstil. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989 dan berbasis di Bandung, Indonesia. PT Alkindo Naratama Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Golden Arista International.

PT Kedawung Setia Industrial Tbk memproduksi dan menjual produk enamel di Indonesia dan internasional. Perusahaan ini menawarkan peralatan rumah tangga enamel, kotak karton bergelombang, kotak baki telur, dan produk lainnya. Ia juga mengekspor produknya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1965 dan berkantor pusat di Surabaya, Indonesia. PT Kedawung Setia Industrial Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Kitasubur Utama.


Net Profit ALDO VS KDSI

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.

Alkindo Naratama Tbk

Tahun Net Profit
2020 102,595,431,485
2021 75,859,019,550
2022 65,304,232,607
2023 2,718,710,415
2024 -50,802,890,400

Kedawung Setia Industrial Tbk

Tahun Net Profit
2020 60,178,290,460
2021 69,347,927,958
2022 76,150,458,446
2023 79,466,167,766
2024 58,665,350,908

Alkindo Naratama Tbk belum membukukan laba positif selama 5 tahun terakhir sedangkan Kedawung Setia Industrial Tbk berhasil memperoleh laba positif selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir net profit Kedawung Setia Industrial Tbk 0% lebih tinggi dibanding Alkindo Naratama Tbk.

Aset ALDO VS KDSI

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.

Alkindo Naratama Tbk

Tahun Aset
2020 953,551,967,212
2021 1,210,809,442,028
2022 1,568,806,950,187
2023 1,751,702,567,743
2024 1,776,490,433,448

Kedawung Setia Industrial Tbk

Tahun Aset
2020 1,245,707,236,962
2021 1,353,868,759,222
2022 1,289,211,450,108
2023 1,128,518,916,364
2024 1,176,175,559,009

Aset Alkindo Naratama Tbk selalu bertumbuh selama 5 tahun terakhir sedangkan Kedawung Setia Industrial Tbk baru berhasil menumbuhkan asetnya selama 1 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir aset Alkindo Naratama Tbk 51% lebih tinggi dibanding Kedawung Setia Industrial Tbk.