Adu Saham Argha Karya Prima Ind. Tbk VS Wijaya Karya Beton


Harga Saham AKPI VS WTON

635
AKPI
88
WTON

Profil Singkat AKPI VS WTON

PT Argha Karya Prima Industry Tbk memproduksi, memasarkan, memperdagangkan, dan mendistribusikan film kemasan fleksibel di Indonesia, Afrika, Amerika, Timur Tengah, Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Ini beroperasi melalui dua segmen, Manufaktur dan Distribusi. Ini menawarkan film poli propilena dan film poliester berorientasi biaksial. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980 dan berbasis di Bogor, Indonesia. PT Argha Karya Prima Industry Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Nawa Panduta.

PT Wijaya Karya Beton Tbk bergerak di bidang manufaktur dan penjualan produk beton prategang (PC) di Indonesia dan internasional. Menawarkan tiang beton; tiang pancang, termasuk tiang bulat berongga, tiang kotak berongga, dan tiang pancang silinder; produk pipa beton; Tumpukan PC, seperti tiang pintal, persegi, dan segitiga; dan produk beton kereta api, seperti PC turnout sleeper, PC sleeper truk, dan persilangan tuas beton. Perusahaan juga menyediakan produk beton jembatan yang terdiri dari produk girder, voided slab, double tee, full depth slab, half slab, dan channel girder concrete; produk beton penahan dinding yang terdiri dari tiang pancang beton bergelombang, prategang datar, dan beton bertulang pipih; produk beton maritim yang meliputi komponen pemecah gelombang dan dermaga; produk beton hidro, termasuk pipa silinder RC, gorong-gorong kotak bertulang dan parit-U, modul sabodam, dan sumur resapan PC; produk beton konstruksi bangunan, yang terdiri dari dinding pracetak, pelat inti berongga, pelat beton, kolom, balok, dan tangga; dan beton siap pakai. Selain itu, terlibat dalam kegiatan pertambangan; dan produksi bahan split, penyaringan, abu batu, dan bahan lainnya; usaha rekayasa, produksi, dan instalasi; dan penyediaan jasa pemasangan inner bore system, penggalian slurry auger bumi, gantry, dan pemasangan post tension. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1997 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. PT Wijaya Karya Beton Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.


Net Profit AKPI VS WTON

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.

Argha Karya Prima Ind. Tbk

Tahun Net Profit
2019 54,364,771,000
2020 66,015,377,000
2021 147,831,251,000
2022 211,697,140,000
2023 -72,733,652,000

Wijaya Karya Beton

Tahun Net Profit
2019 512,346,720,675
2020 128,052,492,224
2021 82,908,013,359
2022 162,916,060,757
2023 64,011,451,272

Argha Karya Prima Ind. Tbk belum membukukan laba positif selama 5 tahun terakhir sedangkan Wijaya Karya Beton berhasil memperoleh laba positif selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir net profit Wijaya Karya Beton 0% lebih tinggi dibanding Argha Karya Prima Ind. Tbk.

Aset AKPI VS WTON

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.

Argha Karya Prima Ind. Tbk

Tahun Aset
2019 2,776,775,756,000
2020 2,644,267,716,000
2021 3,335,740,359,000
2022 3,590,544,764,000
2023 3,320,401,008,000

Wijaya Karya Beton

Tahun Aset
2019 10,337,895,087,207
2020 8,509,017,299,594
2021 8,928,183,492,920
2022 9,447,528,704,261
2023 8,042,395,107,403

Argha Karya Prima Ind. Tbk belum mengalami pertumbuhan aset selama 5 tahun terakhir sedangkan Wijaya Karya Beton mengalami pertumbuhan aset selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir aset Wijaya Karya Beton 142% lebih tinggi dibanding Argha Karya Prima Ind. Tbk.