Saham DEWA menjadi salah satu emiten yang menarik perhatian investor karena aktivitas perdagangannya yang tinggi dan valuasinya yang relatif rendah berdasarkan laba. Bagi Anda yang ingin mengamati saham DEWA lebih lanjut, saham DEWA dapat menjadi salah satu pilihan yang tersedia untuk dianalisis. Untuk memudahkan pemantauan dan transaksi, aplikasi saham Makmur aman dan Terbaik menyediakan akses ke berbagai informasi pasar dalam satu platform.
Sebelum mengambil keputusan investasi, penting untuk melihat saham DEWA dari beberapa aspek, bukan hanya pergerakan harganya. Likuiditas, valuasi, profitabilitas, struktur utang, dividen, serta rekam jejak harga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai karakter saham. Berikut lima aspek saham DEWA yang dapat menjadi bahan pertimbangan.
1. Likuiditas Harian yang Sangat Aktif
Saham DEWA mencatat volume perdagangan harian sekitar 851,08 juta lembar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume tiga bulan terakhir yang berada di 803,01 juta lembar. Perbedaan tersebut menunjukkan aktivitas transaksi DEWA sedang berada di atas rata-rata.
Dari sisi ukuran perusahaan, DEWA memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp19,53 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 40,69 miliar lembar. Volume perdagangan yang tinggi dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang memperhatikan kemudahan keluar-masuk posisi. Namun, likuiditas tetap perlu dilihat bersama kondisi pasar pada saat transaksi dilakukan.
2. Valuasi yang Relatif Rendah Berdasarkan PER
Dari sisi valuasi, Price to Earnings Ratio (PER) DEWA berada di angka 4,51. Artinya, berdasarkan data tersebut, harga saham diperdagangkan sekitar 4,5 kali laba per sahamnya. PER yang relatif rendah dapat menjadi indikasi bahwa valuasi saham terlihat terjangkau jika dibandingkan dengan laba yang dihasilkan.
Sementara itu, Price to Book Value (PBV) berada di angka 2,48, menunjukkan harga saham berada di atas nilai buku perusahaan. Price to Sales Ratio (PSR) tercatat sebesar 3,07, sedangkan EPS berada di angka 106,43. Indikator-indikator tersebut tetap perlu dibaca secara bersamaan karena satu rasio saja belum cukup untuk menentukan apakah sebuah saham benar-benar murah atau mahal.
3. Profitabilitas dengan Margin yang Masih Moderat
Profitabilitas menjadi aspek berikutnya yang perlu diperhatikan. DEWA mencatat Gross Profit Margin (GPM) sebesar 17,35%. Setelah memperhitungkan biaya operasional, Operating Profit Margin (OPM) berada di angka 12,45%.
Sementara itu, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 2,32% dan Return on Equity (ROE) mencapai 4,71%. Angka tersebut menunjukkan perusahaan masih menghasilkan keuntungan dari aset dan ekuitas yang dimiliki, meskipun tingkat pengembaliannya belum tergolong tinggi. Dengan demikian, profitabilitas DEWA menjadi salah satu aspek yang perlu terus dipantau bersama perkembangan kinerja perusahaan.
4. Struktur Utang dan Dividen Perlu Diperhatikan
Dari sisi struktur modal, Debt to Equity Ratio (DER) DEWA tercatat sebesar 1,02 berdasarkan data yang digunakan dalam draft. Angka ini perlu dibaca sesuai satuan rasio yang digunakan oleh sumber data, sehingga investor sebaiknya tidak langsung mengartikannya sebagai persentase tanpa melihat definisinya.
Untuk dividen, DEWA mencatat pembagian sebesar Rp1,50 per saham dengan dividend yield sekitar 0,31%. Angka tersebut menunjukkan kontribusi dividen terhadap potensi imbal hasil relatif kecil. Dengan karakter seperti ini, daya tarik DEWA lebih banyak berada pada aspek pergerakan harga dan valuasi dibandingkan pendapatan dividen.
5. Rekam Jejak Harga dalam Lima Tahun
Dalam lima tahun terakhir, pergerakan harga DEWA menunjukkan hasil yang cukup beragam. Berdasarkan data yang digunakan, empat tahun mencatatkan return positif. Tahun 2025 menjadi periode dengan kenaikan terbesar, yaitu 17,38%, sedangkan periode positif lainnya berada pada kisaran 1,51% hingga 5,72%. Pada 2026, saham DEWA tercatat mengalami penurunan sebesar 1,05%.
Data tersebut menunjukkan adanya periode ketika saham mencatatkan return positif, tetapi hal ini tidak serta-merta berarti harga akan terus bergerak naik. Rekam jejak historis sebaiknya digunakan sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai jaminan terhadap kinerja di masa mendatang.
Secara keseluruhan, saham DEWA memiliki beberapa karakteristik yang menarik untuk diperhatikan, terutama aktivitas perdagangan yang tinggi dan PER yang relatif rendah. Di sisi lain, profitabilitas yang masih moderat serta dividend yield yang rendah menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan. Karena itu, investor sebaiknya melihat kombinasi antara valuasi, kinerja keuangan, likuiditas, dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.
Investasi Saham Lebih Tenang Bersama Makmur
Makmur dikembangkan oleh para pakar teknologi dan finansial yang berpengalaman di Silicon Valley serta Wall Street, dengan teknologi analisis berbasis data yang membantu Anda menyusun rencana kekayaan jangka panjang. Kepercayaan tersebut diakui lewat penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Lebih dari satu juta pengguna telah memercayakan investasinya pada aplikasi Makmur dengan rating 4,8. Sistemnya pun aman dan tersertifikasi ISO 27001, sehingga data serta transaksi Anda tetap terlindungi.
Anda dapat memulai dari nominal kecil lalu menambahnya secara bertahap, sambil memakai fitur analisis di aplikasi saham terpercaya ini untuk menimbang pilihan terbaik.


