Adu Saham Alkindo Naratama Tbk VS Intanwijaya Internasional Tbk


Harga Saham ALDO VS INCI

850
ALDO
530
INCI

Profil Singkat ALDO VS INCI

PT Alkindo Naratama Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, memproduksi dan menjual berbagai produk kertas konversi di Indonesia. Ini beroperasi dalam dua segmen, Kertas dan Kimia. Segmen Kertas menawarkan produk inti kertas, seperti inti standar untuk film kemasan, stretch film, dan industri pabrik kertas; inti kertas putih yang cocok untuk film polipropilen, film polietilen, kertas berlapis, dan kertas tisu; inti mulus khusus untuk menjaga kualitas permukaan dan karakteristik barang; dan prime coating core yang digunakan untuk meminimalkan bentuk garis pada material premium untuk komposisi industri paper film, PP film, PVC, BOPP, polyester, dan foil. Segmen ini juga menyediakan tabung kertas yang dirancang untuk penggulungan benang yang optimal; kotak kertas untuk kemasan food grade; kantong kertas sebagai pengganti kantong plastik; inti furnitur sarang lebah, papan grafis, papan/spasi tekstil, bantalan lubang, lapisan papan, dan papan pajangan dengan nama HEXCELL; dan pelindung tepi, serta papan inti, kraftliner, greyboard, dan dupleks. Segmen Kimia memproduksi polimer berbasis air; dan mendistribusikan bahan kimia tekstil. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989 dan berbasis di Bandung, Indonesia. PT Alkindo Naratama Tbk merupakan anak perusahaan dari PT Golden Arista International.

PT Intanwijaya Internasional Tbk, bersama dengan anak perusahaannya, bergerak di bidang pembuatan dan penjualan produk turunan formaldehida dan formaldehida di Indonesia dan internasional. Perusahaan ini menawarkan formalin, resin urea formaldehida, resin melamin urea formaldehida, resin fenol formaldehida, resin bubuk UFP 1001, resin bubuk lem satu langkah, resin bubuk MFP 134, pengeras, dan penangkap. Hal ini juga terlibat dalam kegiatan real estate. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT Intan Wijaya Chemical Industry dan berubah nama menjadi PT Intanwijaya Internasional Tbk pada bulan Juni 2000. PT Intanwijaya Internasional Tbk didirikan pada tahun 1981 dan berkantor pusat di Jakarta Barat, Indonesia.


Net Profit ALDO VS INCI

Profit atau yang juga kita kenal dengan laba adalah hal yang menggambarkan manfaat finansial yang diwujudkan ketika pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis melebihi biaya, ongkos, dan pajak yang terlibat dalam menopang aktivitas bisnis yang bersangkutan. Setiap keuntungan yang diperoleh disalurkan kembali ke pemilik bisnis, yang memilih untuk mengantongi uang tunai atau menginvestasikannya kembali ke bisnis. Keuntungan dihitung sebagai pendapatan total dikurangi total biaya.

Alkindo Naratama Tbk

Tahun Net Profit
2019 90,725,877,387
2020 102,595,431,485
2021 75,859,019,550
2022 65,304,232,607
2023 19,020,135,824

Intanwijaya Internasional Tbk

Tahun Net Profit
2019 13,812,970,941
2020 30,064,224,294
2021 11,036,394,765
2022 24,415,031,043
2023 6,620,531,312

Alkindo Naratama Tbk berhasil memperoleh laba positif selama 5 tahun terakhir sedangkan Intanwijaya Internasional Tbk berhasil memperoleh laba positif selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir net profit Alkindo Naratama Tbk 187% lebih tinggi dibanding Intanwijaya Internasional Tbk.

Aset ALDO VS INCI

Aset merupakan sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan di neraca perusahaan dan dibeli atau dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasi perusahaan. Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan arus kas, mengurangi pengeluaran, atau meningkatkan penjualan, terlepas dari apakah itu peralatan produksi atau paten.

Alkindo Naratama Tbk

Tahun Aset
2019 925,114,449,507
2020 953,551,967,212
2021 1,210,809,442,028
2022 1,568,806,950,187
2023 1,765,127,540,125

Intanwijaya Internasional Tbk

Tahun Aset
2019 405,445,049,452
2020 444,865,800,672
2021 510,698,600,200
2022 496,010,534,463
2023 470,460,601,525

Aset Alkindo Naratama Tbk selalu bertumbuh selama 5 tahun terakhir sedangkan Intanwijaya Internasional Tbk mengalami pertumbuhan aset selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan terakhir aset Alkindo Naratama Tbk 275% lebih tinggi dibanding Intanwijaya Internasional Tbk.